Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjuang hingga 19 April Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas

Dukung Program JKP, Menaker Bangun Pusat Pasar Kerja

- Apahabar.com Rabu, 17 Maret 2021 - 09:50 WIB

Dukung Program JKP, Menaker Bangun Pusat Pasar Kerja

Menaker Ida menargetkan pusat pasar kerja beroperasi pada 2022 dan akan diintegrasikan dengan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyiapkan pendirian pusat pasar kerja.

Rencananya, pusat pasar kerja ini bisa mulai operasional pada 2022 mendatang untuk diintegrasikan dalam program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Pusat pasar kerja ini menemukan relevansinya karena adanya peraturan pemerintah tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang itu membutuhkan pasar kerja sistematis yang merupakan bagian dari program JKP,” ucapnya dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI yang dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (16/3).

Pusat pasar kerja sendiri dibangun untuk menciptakan sistem pasar kerja yang relevan, andal, efisien, fokus dan komprehensif. Pasalnya, menurut Ida, sistem pasar kerja Indonesia saat ini masih jauh dari kata optimal dan perlu banyak perbaikan.

Hal ini terlihat dari banyaknya lulusan pendidikan yang bekerja tidak sesuai dengan bidangnya.

“Kalau pun sesuai, hasilnya kurang efisien, lalu kurangnya jumlah tenaga kerja yang sesuai, dan rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia,” terangnya.

Selain itu, Sistem Informasi Pasar Kerja (SIPK) Indonesia juga masih sangat terbatas. Hasil studi Bappenas dan Bank Dunia (2020) menunjukkan bahwa SIPK Indonesia masih berada di tingkat dasar menuju menengah.

Kondisi ini jauh berbeda dengan negara lain seperti Korea Selatan yang sudah punya SIPK pada level advance.

“Mudah-mudahan akan selesai dan tahun 2022 kita akan operasionalkan pusat pasar kerja ini, dan yang tidak kalah pentingnya adalah kemauan stakeholder untuk mengintegrasikan dalam satu sistem informasi pasar kerja ini,” jelasnya.

Ida melanjutkan pusat pasar kerja ini nantinya memiliki data ketenagakerjaan yang lengkap, serta memiliki berbagai panduan di yang memudahkan para pencari kerja mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya sekaligus membantu meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia ke depan agar lebih kompetitif dan produktif.

Sejauh ini, Kemnaker sudah mengantongi Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang nantinya akan menggerakkan Pusat Pasar Kerja tersebut dan masih dalam proses pengisian jabatan.

Pusat pasar kerja ini akan berkantor pusat di gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia (YTKI), Kuningan, Jakarta Selatan yang baru dihibahkan ke Kemnaker per Desember 2019 lalu.

“Kami diberi kesempatan untuk menggunakan gedung YTKI, salah satu fungsi gedung ini nanti, gedung di belakang, akan kami gunakan sebagai Pusat Informasi Pasar Kerja,” pungkasnya.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

DPR

Nasional

Wakil Ketua DPR: Pemahaman UU Cipta Kerja Masyarakat Belum Utuh
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 8.607 Positif, 1.042 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmikan Terminal Baru Bandara Radin Inten II Lampung
apahabar.com

Nasional

Ke Australia, Jokowi Bahas Investasi dan Kerja Sama Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Kemlu Bantah Video Rizieq soal Arahan Menlu Menangkan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bidik Puncak Bukit Sepaku Jadi Lokasi Istana yang Baru
apahabar.com

Nasional

Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL dari Stasiun Tanjung Barat ke Bogor
apahabar.com

Nasional

PT Pos Indonesia Bantah Bangkrut, Ini Penjelasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com