Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Efisiensi Tenaga Polisi, Banyak Lagi Manfaat Besar Tilang Elektronik

- Apahabar.com Rabu, 24 Maret 2021 - 07:44 WIB

Efisiensi Tenaga Polisi, Banyak Lagi Manfaat Besar Tilang Elektronik

Peringatan di kawasan tilang elektronik. Foto-Ilustrasi/Okezone

apahabar.com, JAKARTA– Mabes Polri telah melaksanakan tilang elektronik dengan menggunakan program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sebanyak 244 titik dipersiapkan di tahap pertama pelaksanaan ETLE ini.

ETLE sendiri merupakan program Polri dengan mengedepankan teknologi informasi. Hal ini akan meminimalisir penyalahgunaan wewenang khususnya anggota Korps Lalu Lintas Polri di lapangan.

Pengamat kebijakan transportasi publik Azas Tigor Nainggolan menilai pemberlakuan tilang elektronik ini, pertama akan mengubah budaya disiplin lalu lintas masyarakat. Kedua yakni efisiensi tenaga kepolisian, dan ketika yakni keadilan.

“Sangat setuju. Satu, itu akan berubah budaya disiplin lalu lintasnya masyarakat ya. Kedua efisiensi tenaga polisi. Ketiga lebih pada keadilan. Jadi orang nggak pandang bulu nih yang ditangkap siapa, kalau dia melanggar ditilang. Saya setuju,” ungkap Tigor, kutip Okezone.

Dia juga tidak mempermasalahkan jika sanksi denda maksimal diterapkan jika ada pelanggaran, sehingga tidak akan ada tawar menawar sanksi denda yang diberikan. “Sanksi maksimal yang diterapkan? Ya kalau dulu sampai sekarang itu kan sangat tergantung pada hakim. Jadi tetap aja pelaku pelanggaran nggak bisa nawar. Tetap nggak bisa nawar,” katanya.

“Seringkali kalau sama hakim kan mau-maunya hakim. Dan itu menghambat penegakan juga. Misalnya gini, pelanggar masuk jalur transjakarta, maksimal kan Rp500 ribu. Nah hakim paling cuma kasih Rp50 ribu, atau Rp100 ribu. Nah ini kan juga menghambat penegakan,” kata Tigor.

Sehingga, kata Tigor, dengan penerapan tilang elektronik ini akan merubah paradigma masyarakat untuk tertib berlalu lintas di jalan raya.

“Jadi orang pikir hanya denda segitu aja ya udah dilanggar tidak apa-apa, misalnya. Nah dengan adanya tilang elektronik ini diterapkan sanksi maksimal ya menurut saya akan merubah paradigma masyarakat, pengguna jalan. Maka dia akan lebih hati-hati dan akan lebih tertib menurut saya,” tegasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Panik! 300 Warga Iran Tewas Minum Metanol Demi Cegah Corona
apahabar.com

Nasional

Pimpinan Lembaga Survei Disebut Target Pertama Pembunuhan
apahabar.com

Nasional

Ratusan Pengungsi Wamena Ditampung di Tongkonan
apahabar.com

Nasional

Telkomsel Pamasuka Gelar Pengumuman Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik 2020

Nasional

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter
apahabar.com

Nasional

Pencarian Penganiaya Anggota TNI Picu Perusakan Mapolsek Ciracas
apahabar.com

Nasional

Empat Wisatawan hilang di Pantai Pandan Kuning
apahabar.com

Nasional

Senin, Panglima TNI dan Kapolri ke Wamena
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com