Mei 2021, Tes GeNose C-19 Resmi Diberlakukan di Banjarmasin Hasil Tes Covid-19 Rawan Dipalsukan, Begini Tindakan Tegas KKP Banjarmasin Petugas Gabungan Belum Temukan Bocah SD Tenggelam di Sungai Tabalong Tanding Ulang Pilgub Kalsel, Ketika Ulama Jadi Corong Politikus Kadinkes Kalteng: Sertifikat Vaksin Bukan untuk Syarat Perjalanan

Ekor Ikan Pari Digunakan Menyiksa Herman, Tahanan Tewas di Balikpapan

- Apahabar.com Selasa, 16 Maret 2021 - 19:04 WIB

Ekor Ikan Pari Digunakan Menyiksa Herman, Tahanan Tewas di Balikpapan

Polda Kaltim menggelar reka adegan penganiayaan Herman, seorang tahanan yang tewas di Mapolresta Balikpapan, Selasa (16/3) siang. apahabar.com/Yadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Sejumlah adegan menyita perhatian selama rekonstruksi kasus penganiayaan Herman, tahanan yang meregang nyawa di Mapolresta Balikpapan, Selasa (16/3).

Terungkap jika polisi turut menggunakan ekor ikan pari untuk menganiaya tahanan kasus dugaan pencurian ponsel itu. Selain itu, juga masih ada sejumlah barang bukti lainnya yang digunakan para tersangka.

“Untuk sementara ada empat barang bukti, yang pertama selang, kedua ekor pari, ketiga tongkat T, keempat staples,” sebut Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kaltim, AKBP Roni Faisal usai rekonstruksi yang digelar secara tertutup.

Ekor ikan pari tersebut disebutkan sudah tidak memiliki patil (beracun). Namun difungsikan para tersangka seperti selang untuk menyiksa Herman.

Roni memastikan benar terdapat penganiayaan terhadap Herman. Saat berada di Posko Jatanras, Polresta Balikpapan, Herman diduga disiksa menggunakan empat barang bukti tersebut.

“Herman dipastikan di situ ada penganiayaan. Di adegan kelima (penganiayaan). Awal mula penganiayaan dari sana (Posko),” ungkapnya.

Meski begitu pihaknya belum mau menyimpulkan penyebab kematian Herman. Termasuk lokasi pasti Herman meregang nyawa. Semua bukti dan fakta, kata dia, akan diungkap dalam persidangan.

“Untuk sementara belum disimpulkan, dari rekon inilah yang bisa menjawab. Jadi untuk almarhum si Herman ini (penyebabnya) nanti kita buktikan pada saat di pengadilan,” ungkapnya.

Roni meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses penyidikan berjalan lancar hingga kasus ini terang benderang.

“Kita minta doanya mudahan proses ini berjalan aman dan lancar dan bisa memberikan kepastian hukum dari semuanya,” pungkasnya.

Reka ulang adegan kasus Herman berlangsung sejak pukul 09.00 hingga pukul 16.30. Ada 12 adegan inti dengan 107 sub-adegan dalam rekonstruksi yang turut menghadirkan enam tersangka, ADS, RH, KKH, ASR, RRS dan GSR.

Sebagai pengingat, 2 Desember 2020 malam, Herman dijemput oleh keenamnya di kediaman Jalan Borobudur, Balikpapan Utara, Kaltim.

Penjemputan dipimpin oleh RH yang menjabat kepala unit berpangkat iptu. Dibawa menuju Mapolresta Balikpapan, keesokan harinya pihak keluarga menerima kabar dari telepon bahwa Herman telah meninggal dunia.

“Herman disangka mencuri dua unit handphone,’’ ujar Fathul Huda Wiyashadi, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Samarinda yang mendampingi kasus Herman, kepada apahabar.com, belum lama tadi.

Rekonstruksi Pembunuhan Herman 7 Jam Lebih, Polda Kaltim Pastikan Ada Penganiayaan

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

ABK Tenggelam

Kaltim

Breaking! Cari ABK Tenggelam, Tim SAR Kembali Temukan Jasad di Sungai Mahakam
apahabar.com

Kaltim

Uji Kompetensi, Redpel apahabar.com Terbaik di Madya
apahabar.com

Kaltim

Tuan Rumah Rakernas Forsesdasi: Momen Kenalkan Pariwisata Kaltim
Balikpapan

Kaltim

Masuk Balikpapan Bakal Wajib Rapid Test Antigen
apahabar.com

Kaltim

Tim DVI Mabes Polri Periksa Jasad Herman

Kaltim

Anjing Jadi Personel Basarnas Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Polda Kaltim Kembali Ringkus Satu Pelaku Jaringan Prostitusi Online MiChat
apahabar.com

Kaltim

Gelar Ratusan BTS, Telkomsel Dukung Digitalisasi Perbatasan Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com