Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya

Epidemiolog Kalteng Apresiasi Penerapan PPKM Mikro

- Apahabar.com Jumat, 26 Maret 2021 - 17:04 WIB

Epidemiolog Kalteng Apresiasi Penerapan PPKM Mikro

Ilustrasi penerapan PPKM mikro. Foto-Antara/Akbar Nugroho Gumay

apahabar.com, PALANGKARAYA — Selama dua pekan, hingga 4 April mendatang, Kalimantan Tengah (Kalteng) menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

PPKM mikro ini, mendapat apresiasi dari ahli epidemiolog Kalteng, dengan harapan mampu menekan penularan Covid-19, di Bumi Tambun Bungai.

“Pola penyebaran kasus Covid-19 di Kalteng sekarang masih tinggi,” kata Ketua Umum Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalteng, Rini Fortina, Jumat (26/3).

Ditunjukan dengan adanya indikator fluktuatif kasus yang bergantian di seluruh 14 kabupaten/kota.

“Kasus yang meninggi terbaca mulai awal Maret,” ujarnya.

Kemudian, mencapai puncaknya pada minggu lalu dan minggu ini. Begitu juga puncak kasus kematian, puncaknya minggu lalu dan puncak kasus positif konfirmasi minggu ini.

“Semoga setelah PPKM berjalan ini, minggu depan kasusnya menurun. Kita lihat di tiga minggu ke depan barulah bisa disebut melandai,” jelas Rini.

PPKM mikro dinilai efektif jika tercapai tujuannya. Masyarakat patuh protokol kesehatan, tidak ada kerumunan dan pelaksanaan tracing, testing dan treatment (3T) yang terarah.

Dengan demikian, tujuan utama PPKM tercapai yakni menurunkan kasus sedikit demi sedikit atau melandai, grafik penularan kasus dan menekan kasus positif konfirmasi.

Lalu, memberikan penilaian apakah penerapan PPKM ini efektif atau tidak, ketika sudah berjalan.

Ketika, PPKM baru mulai terapkan, tidak bisa dikatakan efektif atau tidak, tetapi dalam penerapannya diawasi apakah masyarakat patuh protokol kesehatan atau tidak. Apakah kerumunan sudah tidak ada.

“Dalam satu sampai dua minggu dilihat apakah kasus positif dan grafiknya menurun atau tidak, di situ baru bisa nilai dan menyatakan PPKM efektif atau tidak,” ucapnya.

Dua hal penting yang jadi dasar penerapan PPKM mikro. Pertama, disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat.

Kedua, pelaksanaan 3T, regulasi dari pemerintah, rencana tindakan pengendalian sampai pelayanan medis di rumah sakit, laboratorium dan fasilitas kesehatan lainnya.

Sebab, banyak faktor yang terjadi secara bersamaan, seperti perilaku, ketersediaan sarana prasarana, regulasi, dan lain-lain.

“Terpenting, kesadaran kita semua, karena virus dibawa oleh orang ke orang lainnya. Ketika kita berkontak dengan orang positif maka kita sudah terpapar,” imbuh Rini.

Dijelaskan Rini, selain penerapan PPKM, pemerintah juga terus berupaya membentuk imunitas di masyarakat dengan melakukan vaksinasi secara bertahap.

Menurut ilmu penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I), vaksinasi sangat penting. Tetapi ada perhitungan tertentu untuk mencapai herd immunity (kekebalan kelompok).

Secara teori 30-60 persen dari seluruh penduduk sudah diimunisasi, maka kekebalan kelompok akan terbentuk.

Tetapi harus tetap waspada karena virusnya terus bermutasi baru dan banyak serta penelitian juga masih terus berlangsung.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Terlama, Pasien Covid-19 di Kotim Akhirnya Sembuh Usai Dirawat 106 Hari
Vaksin

Kalteng

Ribuan Vial Vaksin Covid-19 Tahap II Tiba di Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Satu Nakes RS Doris Palangka Meninggal karena Covid-19
apahabar.com

Kalteng

169 Calon Jemaah Haji Dilepas Bupati Kobar
apahabar.com

Kalteng

Bentuk Atensi, PB Pusat Beri Masukan Terkait Kepengurusan Podsi Kalteng
Pengurus FKUB Kapuas

Kalteng

Resmi, Pengurus FKUB Kapuas Periode 2021-2025 Dikukuhkan
apahabar.com

Kalteng

Pemilik Wisma Plamboyan Eks Lokalisasi Merong Diamankan Polres Barut
Dinas Sosial

Kalteng

Giliran Puluhan Karyawan Dinas Sosial Kapuas Divaksin Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com