Kabar Duka, Politisi Senior PKB Kalteng HM Asera Tutup Usia Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah! LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU

Fungsi Marka Jalan Berwarna Merah di Traffic Ligh Banjarmasin, Pelanggar Bisa Ditilang

- Apahabar.com Jumat, 5 Maret 2021 - 18:33 WIB

Fungsi Marka Jalan Berwarna Merah di Traffic Ligh Banjarmasin, Pelanggar Bisa Ditilang

Zona Ruang Henti Khusus atau RHK berupa marka jalan berwarna merah di traffic light Jl Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Foto: apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sejumlah titik traffic light di perempatan jalan Banjarmasin kini memiliki marka jalan berwarna merah.

Marka jalan berwarna merah itu merupakan Ruang Henti Kendaraan (RHK). Fungsinya hanya sebagai pemberhentian kendaraan roda dua.

Di sisi lain, marka jalan berwarna merah itu untuk mendukung penerapan Elektronik Traffic Law Enforcement (E-TLE).

Di Banjarmasin, ada dua titik lokasi traffic ligh yang memiliki RHK. Yakni di perempatan Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan A Yani KM 6 Banjarmasin.

Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, Kompol Gustav Adolf Mamuaya menjelaskan, bahwa fungsi RHK di traffic light itu sebagai langkah awal dalam penegakkan hukum lalu lintas.

“Jadi di kawasan yang ada RHK nanti kita melakukan penilangan dengan data yang didapat melalui kamera pengawas yang ada di sana,” ujarnya.

Terutama, pengguna roda empat yang berhenti di RHK itu. Sementara pengendara roda dua yang berhenti di sana, sanksi tilang elekronik berlaku jika melanggar lalu lintas, seperti tak memakai helm dan sebagainya.

Kompol Gustav menegaskan, bahwa RHK yang berada di dua titik persimpangan jalan merupakan tempat khusus untuk pengendara roda 2 berhenti.

Pasalnya saat ini, masih banyak pengendara yang mengakali dengan berhenti atau bersembunyi di sela mobil dan tak terlihat kamera pemantau.

“Karena di beberapa titik kita membutuhkan space tambahan, karena sering ada pengendara nyempil-nyempil di samping mobil,” bebernya.

Menurutnya, pemberlakuan E-TLE atau tilang elektronik akan efektif dijalankan mulai akhir April 2021.

Sehingga dalam dua bulan kedepan, pihaknya akan melakukan tahap sosialisasi kepada pengguna jalan dengan memaksimalkan anggota yang ada di bawahnya.

“Mulai dari kemarin juga sudah sosialisasi, anggota kita juga kita perintahkan untuk sosialisasi kepada masyarakat,” tukasnya.

Karena itu, ia berharap agar masyarakat selalu mentaati peraturan lalu lintas di Kota Banjarmasin.

“Besar harapan saya kepada masyarakat agar semakin tertib dalam berkendara. Karena apa yang sudah dilakukan pihak kepolisian, dinas terkait dan balai jalan itu untuk keselamatan kita bersama,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Neraca Pendidikan Daerah, Solusi Pengambil Kebijakan Pendidikan Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Cerita Mahasiswi Cantik Tingkat Akhir, yang Belum Boleh Terbang ke China
Pembunuh Sadis

Kalsel

VIDEO: Cerita Kapolres Soal Perburuan Pembunuh Sadis di Warung Remang Tapin
apahabar.com

Kalsel

Terungkap, Identitas Mayat di Kolong Jembatan S Parman Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tunggakan Pajak Alat Berat PT KPP, Ketua DPRD Tapin: Segera Kita Panggil
apahabar.com

Kalsel

Pengembangan Bandara Syamsudin Noor Terus Digeber
apahabar.com

Kalsel

Begini Alasan Pemko Banjarmasin Tidak Usulkan Pengangkatan PPPK
apahabar.com

Kalsel

Operasi Patuh di HSU, Pelanggar Bisa Dihitung Jari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com