Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Diprediksi Melemah

- Apahabar.com Kamis, 25 Maret 2021 - 12:12 WIB

Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Diprediksi Melemah

Ilustrasi - Petugas kasir menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta Pusat. Foto-Antara/Indrianto Eko Suwarso

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (25/3) diprediksi melemah.

Pelemahan rupiah tertekan kenaikan harga minyak dunia.

Pada pukul 9.32 WIB, rupiah melemah 33 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 14.458 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.425 per dolar AS.

“Kenaikan harga minyak dunia dan minimnya sentimen positif dari dalam negeri kemungkinan akan mendorong melemahnya rupiah,” kata Analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis.

Kenaikan harga minyak dunia (Brent) semalam sebesar 4 persen disebabkan sentimen negatif terkait distribusi minyak dan barang di Terusan Suez diperkirakan mendorong pelemahan rupiah hari ini.

Indeks dolar kemungkinan stabil ke level 92,5 hari ini di tengah kemungkinan dibatalkannya lockdown di Jerman di tengah kenaikan kasus Covid-19, yang kemungkinan akan memperkuat euro terhadap dolar AS.

Sementara itu data ekonomi AS Markit Composite Flash AS Maret yang diperkirakan sebesar 59,1 lebih rendah dari konsensus sebesar 59,9 juga akan menekan indeks dolar AS.

Sedangkan imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan turun ke level 1,6 persen. Yield obligasi AS kemungkinan akan kembali tertekan di tengah kekhawatiran melemahnya data-data ekonomi AS.

“Data durable goods order bulan Februari tercatat sebesar minus 1,1 persen lebih rendah dibandingkan konsensus sebesar 1,1 persen kemungkinan dapat menekan yield US treasury,” ujar Ahmad.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan melemah ke level Rp 14.500 per dolar AS.

Pada Rabu (24/3) lalu rupiah ditutup melemah 28 poin atau 0,2 persen ke posisi Rp 14.425 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.397.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Berkah Ramadan, PT Bagus Umratama Banjir Orderan
apahabar.com

Ekbis

Antisipasi Covid-19, Pelni Semprot Seluruh Kapal dengan Disinfektan
apahabar.com

Ekbis

Harga Pertamax Turun Lagi, di Kalsel Rp 9.200/Liter
apahabar.com

Ekbis

Kemenkominfo Minta Tokopedia Investigasi Kebocoran Data
apahabar.com

Ekbis

Lifting Minyak 2019, SKK Migas Kalsul Andalkan Kaltara
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Prospek Pemulihan Ekonomi Global, Picu Pelemahan Rupiah Awal Pekan
apahabar.com

Ekbis

Relaksasi Bank Imbas Covid-19, Hipmi: Jangan Lupakan UMKM
Vivo

Ekbis

Resmi Meluncur, Intip Harga Vivo X60 Series 5G
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com