Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel Kritik PSU Kalsel, Dosen Uniska Uhaib ‘Dihadiahi’ Somasi Tim BirinMu Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan

Hari Perempuan Dunia: Cerita Nenek 19 Cucu di Kalteng Penyintas Kanker Serviks

- Apahabar.com Senin, 8 Maret 2021 - 21:22 WIB

Hari Perempuan Dunia: Cerita Nenek 19 Cucu di Kalteng Penyintas Kanker Serviks

Turiana Bungan, nenek 17 cucu di Kalteng, salah satu penyintas kanker serviks. Foto-Istimewa

apahabarcom, PALANGKA RAYA — Hari Perempuan Dunia jatuh 8 Maret, diperingati tiap tahunnya.

Peringatan itu merupakan salah satu penghargaan terhadap seorang wanita.

Cerita mengenai perjuangan seorang wanita selalu menarik diamati sebagai motivasi diri.

Salah satunya, cerita seorang nenek 73 tahun asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berhasil melawan kanker serviks.

Turiana Bungan namanya. Nenek 19 cucu ini merupakan salah satu penyintas kanker mulut rahim atau yang sering dikenal dengan kanker serviks.

Turiana pernah divonis kanker serviks 18 tahun lalu, tepatnya pada 2003.

“Pas puasa tahun 2003. Saat itu keluar darah seperti mens. Padahal sudah menopause setahun,” kata Turiana kepada apahabar.com, Senin (8/3/2021).

Kemudian, ia menceritakan apa yang dialaminya kepada salah satu anaknya, seorang dokter bertugas di Jakarta.

Sang anak pun lalu meminta ia, bertolak ke Jakarta untuk memeriksa kesehatannya lebih lanjut, di klinik bidan.

Ternyata hasilnya menunjukkan diagnosa mengarah ke kanker serviks.

Akhirnya untuk memastikannya, Turiana dibawa berobat ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Selang beberapa waktu kemudian, hasil pemeriksaan memastikan Turiana memang mengidap kanker serviks stadium 2b.

Selama setahun sejak 2003 hingga 2004, nenek ini harus menjalani pengobatan kanker serviks di Jakarta.

Ia pun menceritakan seperti apa rasanya saat menjalani pengobatan.

“Kemo dalam tiga kali dan luar 16 kali. Sakit benar yang kemo dalam. Pinggang nenek disuntik dan kelamin dimasuki alat, kemudian nenek dimasukkan ke dalam alat seperti tabung. Campur aduk rasanya menahan sakit,” ungkapnya.

Namun ia tak mau menyerah, meskipun pasrah dan setiap saat siap dipanggil mengikuti Sang Ilahi.

Pengobatan tetap dijalani dengan penuh semangat dan kesabaran.

Sembari menjalani pengobatan medis, ia juga berikhtiar mengkonsumsi obat herbal, serbuk kunyit putih.

Begitu juga setelah selesai pengobatan, setiap hari minum parutan kunyit dicampur garam selama 40 hari.

“Alhamdulillah nenek masih diberi kesempatan hidup dan kanker nenek sudah hilang sama sekali,” pungkasnyanya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Viral KDRT Bocah di Sampit, Polisi Buru Ortu Korban
apahabar.com

Kalteng

Operasi Zebra Telabang, Satlantas Polresta Ajak Akpol Bagikan Masker
apahabar.com

Kalteng

Mess PT Barito Putra Terbakar, 3 Bangunan dan 19 Motor Hangus
apahabar.com

Kalteng

Dinas Kominfo dan Satbinmas Polres Kapuas Sosialisasikan Perbup Prokes
apahabar.com

Kalteng

Pemkab Diminta Kurangi Rapid Test, Legislator Kapuas: Pemborosan Anggaran
Pertanian

Kalteng

Kadis Pertanian Kapuas Anjono Bhakti Tutup Usia
apahabar.com

Kalteng

Duh, Covid-19 di Barito Utara Kalteng Naik Drastis
apahabar.com

Kalteng

38 Titik Hotspot Karhutla di Kobar Hanguskan Lahan 174 Hektare
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com