Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Hasanuddin Murad Gelar Sosper Budaya Banua dan Kearifan lokal

- Apahabar.com Minggu, 28 Maret 2021 - 14:07 WIB

Hasanuddin Murad Gelar Sosper Budaya Banua dan Kearifan lokal

Anggota DPRD Kalsel H Hasanuddin Murad bersama penggiat seni Khairidi Asa saat Sosialisasi Perda Provinsi Kalsel Nomor 4 tahun 2014 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN– Anggota DPRD Kalsel, H Hasanuddin turun melaksanakan Sosialisasi Perda (Sosper) No 4/2014, tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal.

Sosper di Handil Bakti itu menghadirkan nara sumber penggiat seni, Khairiadi Asa, seniman, dan sejumlah guru di Batola.

H Hasanuddin Murad mengatakan, sosialisasi perda kali ini adalah produk yang dibuat DPRD Kalsel. “Oleh karena itu dewan punya kewajiban untuk menyosialisasikan perda,” kata mantan Bupati Batola ini..

Ia menekankan, Sosper ini penting, agar budaya-budaya daerah tetap dipertahankan.” Kita khawatir suatu ketika kemajuan informasi teknologi dan perkembangan budaya secara global pada akhirnya kita kehilangan identitas budaya sendiri,” tekannya.

Upaya kearifan lokal, menurut politisi Partai Golkar ini, juga mempertahankan keberlangsungan masyarakat untuk mempertahankan lingkungan.

“Dulu masyarakat kita ada budaya mencari ikan seperti melunta, merawai, meunjun, dan merengge di musim kemarau. Kalau di kampung saya menggalau, sungai itu dikayuh sehingga air keruh, ikan muncu, kemudian pingsan,” tambahnya.

Cara itu hendaknya terus ada, salah satu mempertahankan kearifan lokal di wilayah masing-masing.

Sementara, Penggiat Seni Kalsel, Khairiadi Asa mengakui Sosper sangat baik, sebab dihadiri seniman lokal, hingga guru seni.

Ia melihat, budaya Banua dan kearifan lokal akan ternaungi oleh Perda ini..

Sekarang, ujarnya, tinggal pelaksanaan di lapangan, dan DPRD Kalsel tidak tinggal diam.

“Kalau sudah ada komitmen, jalan saja, kita mendukung dari luar,” ujarnya.

Perda ini mengakomodir kepentingan budaya banua, hingga anggaran. Jika semua bergerak, maka semuanya akan berjalan sesuai harapan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Tips Jitu Sekretariat DPRD Kalsel Tingkatkan Kinerja
apahabar.com

DPRD Kalsel

Rapat Via Online, DPRD Kalsel Laporkan Temuan Covid-19
ADARO

DPRD Kalsel

Dewan Kalsel Ngotot Undang ADARO Antisipasi PHK Massal
apahabar.com

DPRD Kalsel

Massa Anti-Omnibus Law Duduki Kantor DPRD Kalsel, Paripurna Tetap Digelar?
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kunker ke Luar Negeri, Satu Anggota Dewan Rp65 Juta
DPRD Kalsel

DPRD Kalsel

Reses di Tanbu, Paman Yani Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Setwan DPRD Kalsel Berupaya Meningkatkan Pelayanan Kehumasan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Gubernur Kalsel Tandatangani KUA-PPAS Perubahan APBD 2020 dan KUA-PPAS APBD 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com