Memanas, Tim Ibnu-Ariffin Mau Polisikan Sosok Diduga Jurkam AnandaMu Buntut Transkrip! Waspada, Hujan Berpetir dari Kaltim hingga Kalteng Imbas Siklon Surigae Geger! Wanita Hampang Kotabaru Tewas Bersimbah Darah Didatangi Dinkes, 5 RS di Banjarmasin Langsung Bayar Tunggakan Darah Kebakaran di Tapin, Rumah dan Kendaraan Hangus Dilalap Api

Ironi Desa ‘Ujung’ Banjar, Warga Paau Aranio: Bak Ayam Mati di Lumbung Padi

- Apahabar.com Kamis, 18 Maret 2021 - 19:17 WIB

Ironi Desa ‘Ujung’ Banjar, Warga Paau Aranio: Bak Ayam Mati di Lumbung Padi

Dua orang anak di Desa Paau Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, mencari sinyal internet. Foto: apahabar.com/Mada Al Madani

Sejak Indonesia merdeka, tidak semua warga di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, bisa menikmati jaringan listrik selama 24 jam. Contohnya, tengok warga di lima desa Kecamatan Aranio, yang letaknya di ‘ujung’ Banjar, berbatasan Kabupaten Tanah Bumbu. Antara lain, Desa Paau, Balangian, Artain, Banua Riam dan Kalaan.

apahabar.com, Mada Al Madani

Sejak 2013 lalu, jaringan listrik baru masuk. Itu pun hanya mengandalkan mesin disel dari PLN.

Mereka hanya menikmati layanan listrik selama 12 jam saja. Mulai dari pukul 18.00 hingga 06.00 WITA.

Beberapa hari lalu, apahabar.com menjangkau ke salah satu dari lima desa Kecamatan Aranio itu, Desa Paau.

Desa Paau berada dikordinat 3° 34’54.5″LS 115° 05’01.3” BT. Akses menuju ke sana menggunakan kendaraan bermotor, kemudian naik kelotok atau perahu bermesin.

Kendaraan bermotor berhenti hingga Pelabuhan Tiwingan, persis di waduk Riam Kanan. Selanjutkan naik kelotok ke Desa Paau.

Jika dari bundaran simpang empat Banjarbaru ke Pelabuhan Tiwingan, pengendaran menempuh jarak 60 km. Dengan kecepatan 40 km, baru tiba sekitar 40 menit.

Kemudian, dari Pelabuhan Tiwingan menuju Desa Paau, memakan waktu perjalanan 1 jam.

Sedangkan ke desa tetangganya, Artain sekitar 1,5 jam. Desa Artain berada di paling ujung Kecamatan Aranio.

Lian (45), juru mudi kelotok mengaku hanya mematok tarif Rp15 ribu per orang.

“Untuk perorangnya kita mematok harga Rp15 ribu, namun jika membawa hewan ternak dan lainnya bisa mencapai ratusan ribu biasanya,” ujarnya kepada apahabar.com.

Jadwal keberangkatan, dari Pelabuhan Tiwingan biasa pukul 14.00 WITA. Sebaliknya dari desa Paau ke Pelabuhan Tiwingan pukul 07.00 WITA.

Pelabuhan Tiwingan biasanya sejak pukul 05.00 WITA sudah ramai. Apalagi hari libur, banyak warga menggunakan jasa kelotok untuk memancing.

Siang itu, menuju Desa Paau, banyak pemandangan indah memanjakan mata. Hamparan gunung nan hijau dan air berwarna biru berselimut awan di langit cerah.

Sesekali mata juga disuguhi sejumlah aktivitas warga di waduk Riam Kanan membudidayakan ikan. Puluhan keramba berisi ikan masih kecil hingga siap panen.

Jumlah penduduk Kecamatan Aranio sekitar 9.000 jiwa. Untuk Desa Paau sendiri terdapat 560 jiwa dan 175 kepala keluarga.

Desa Paau dan desa lainnya adalah pemekaran dari Kecamatan Karang Intan tahun 1986 silam.

Sesampai di dermaga Desa Paau, nampak rumah penduduk sebagian sudah terbuat dari bahan beton.

Namun, sayangnya pada siang hari di Desa tersebut tidak ada listrik bahkan sinyal handphone.

Aspiani Alpawi, Sekretaris (Sekdes) Desa Paau, menyebutkan termasuk empat desa di Aranio Balangian, Artain, Banua Riam, dan Kalaan hanya menikmati listrik selama 12 jam. Terutama untuk malam hari.

Aliran listrik berasal dari mesin desel yang disediakan oleh PLN pada tahun 2013 lalu.

“Untuk listrik kita menggunakan mesin disel yang disediakan oleh PLN, namun hanya 12 jam saja, dari pukul 18.00 wita hingga 06.00. Untuk menggerakkan mesin disel menggunakan solar yang juga diberikan oleh PLN,” bebernya.

Ia bersama perwakilan desa lainnya sudah meminta agar dialiri listrik selama 24 jam, seperti daerah lainnya di tanah air.

“Dari beberapa tahun lalu kita sudah mengusulkan itu, namun hingga saat ini belum trealisasi dan tidak ada gambaran itu kapan bisa dijalankan,” ungkapnya.

Mau tidak mau, demi menunjang aktivitas warga saat siang hari, terpaksa mesin Genset.

Pawi dan penduduk di 5 desa itu mengibaratkan kehidupan mereka di sana bagai ayam yang mati di lumbung padi.

Mengingat air Waduk Riam Kanan merupakan pemasok utama aliran listrik PLN Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Pasalnya wilayah kita menyediakan listrik namun kita hanya mendapatkan listrik 12 jam saja,” ungkapnya.

Aranio

Pemandangan menuju Desa Paau, Kecamatan Aranio dari atas kelotok. Foto-apahabar.com/Mada Al Madani

Klik halaman selanjutnya:

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

meninggal

Kalsel

Bupati Achmad Fikri Ikut Salat Jenazah Mantan Anggota DPRD HSS
apahabar.com

Kalsel

Razia Tim Gabungan di Tala, Puluhan Pelanggar Kena Tilang
apahabar.com

Kalsel

Dua Pelaku Ilegal Loging di Hutan Lindung Tala Masih Buron
apahabar.com

Kalsel

Nekat, Pengedar Narkoba Serang Anggota BNN Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Besok Warga Kotabaru Di-Rapid Test Massal
apahabar.com

Kalsel

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Kinerja Polri di Banjarmasin Digali
apahabar.com

Kalsel

Sasar Siring Laut, Srikandi KKSS Kotabaru Bagikan Masker Gratis
apahabar.com

Kalsel

BI Dorong Kalsel Jadi Kawasan Pengembangan Kopi Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com