Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Isu Penggelembungan Suara Kabupaten Banjar, KPU Cecar Komisioner Aziz 

- Apahabar.com Rabu, 3 Maret 2021 - 14:44 WIB

Isu Penggelembungan Suara Kabupaten Banjar, KPU Cecar Komisioner Aziz 

Komisioner KPU Banjar Abdul Muthalib dicecar puluhan pertanyaan dalam klarifikasi tudingan pengembungan suara, Rabu (3/2). apahabar.com/Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Dua jam lebih Abdul Muthalib diperiksa. Komisioner KPU Kabupaten Banjar itu dicecar puluhan pertanyaan oleh lima Komisioner KPU Kalsel di ruang rapat.

Klarifikasi digelar tertutup di ruang rapat Sekretariat KPUD Kalsel, Jalan Ahmad Yani, KM 3,7 Banjarmasin Timur sejak pukul 10.35-12.40, Rabu pagi (3/3).

Aziz sapaan akrab Abdul Muthalib, diperiksa guna dimintai klarifikasi terkait dugaan kecurangan Pilkada 2020 yang terkuak di sidang MK.

Denny Indrayana selaku pemohon sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 menuding Aziz terlibat penggelembungan lima ribu suara di tujuh kecamatan di Kabupaten Banjar.

Surat pernyataan tertanggal 19 Februari 2020 beratasnamakan Abdul Muthalib (Aziz) dan dibubuhi tandatangannya di atas materai Rp10 ribu.

Belakangan, berkas itu menjadi salah satu bukti yang disuguhkan Denny dalam sidang pembuktian di MK, Senin 22 Februari lalu.

Dalam klarifikasi, Aziz membantahnya mati-matian.

Kepada para komisioner KPU Kalsel, Aziz menyatakan surat pernyataan tersebut palsu. Dan memastikan buka dia yang membuat.

“Surat pernyataan sekali lagi itu bukan saya. Memang di sana tertulis nama saya tapi bukan saya yang membuat dan menandatanganinya,” kata Aziz usai menjalani klarifikasi.

Dikatakan Aziz, bahwa tandatangan yang ada di surat pernyataan tersebut berbeda dengan tandatangannya. Selain itu, dia juga mempertanyakan tanggal surat itu dibuat.

Di mana surat itu dibuat pada 19 Februari 2020. Sementara waktu tersebut jauh sebelum pelaksanaan Pilkada 2020.

“Pelaksanaan Pilkada kan 9 Desember 2020. Surat itu dibuat 19 Februari 2020. Kan tidak mungkin,” bebernya.

Selain itu penambahan surat suara di Pilkada 2020 tak mungkin bisa dilakukan. Mengingat, kata dia, dalam pelaksanaan menggunakan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

“Jadi semua hasil pemungutan suara di TPS itu difoto dan dimasukkan ke dalam Sirekap. Jadi semuanya bisa memonitor dan mengakses,” ujarnya.

Sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 kembali memanas setelah beredarnya transkrip rekaman percakapan telepon Anggota KPU Banjar, Abdul Karim Omar dengan Ketua DPRD Banjar, Muhammad Rofiqi. Nama Aziz dan Abdul Karim, Komisioner KPU Banjar lainnya disebut-sebut oleh tim Denny.

Beredar Transkrip PPK Banjar Terima Rp10 Juta, Kordiv Bawaslu Terkejut

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Pilkada 2020, Sahbirin – Muhidin Jadi yang Pertama Mendaftar ke KPU Kalsel
apahabar.com

Politik

Diisukan Mundur Lagi di Pilwali Banjarbaru 2020, Simak Tanggapan Ovie
apahabar.com

Politik

Jelang Pilgub, Relawan Denny Indrayana Sowan ke Gerindra Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Amankan Suara Kalsel, Pengamat: Putra Daerah Perlu Jadi Menteri
KPU Banjar

Politik

Komisioner KPU Banjar Tepis Tuduhan Penambahan 5 Ribu Suara BirinMu
apahabar.com

Politik

Sandiaga Ungkap Alasan Pemindahan Markas ke Jateng
apahabar.com

Politik

Kementerian Luar Negeri Diskusikan Isu Uighur dengan Dubes China
Pilgub Kalsel

Politik

Hasil Rapat Pleno Sementara Pilgub Kalsel: Minus Banjar dan Kotabaru, H2D Ungguli BirinMu!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com