Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Jadi Peserta JKN-KIS Mandiri, Komitmen Saili Setor Iuran Bulanan

- Apahabar.com Kamis, 18 Maret 2021 - 15:54 WIB

Jadi Peserta JKN-KIS Mandiri, Komitmen Saili Setor Iuran Bulanan

Saili Rahmah dan anaknya yang pernah merasakan manfaat KIS. Foto-BPJS Kesehatan Barabai for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memiliki kewajiban membayar iuran per bulannya.

Terlebih untuk peserta pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau pekerja mandiri.

Sesuai namanya, segmen pekerja mandiri ini bertumpu pada keaktifan peserta melakukan pembayaran iuran secara mandiri agar status kepesertaannya tetap aktif.

Seperti peserta mandiri satu ini, Saili Rahmah (35). Dia dan keluarganya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan secara mandiri sejak 2019.

Dia mengaku rutin membayar iuran bukan hanya semata untuk keperluan berobat ketika sakit.

“Kami bukan berharap bisa menggunakan uangnya untuk berobat ketika sakit. Kita juga tidak berharap sakit. Tapi mending bayar perbulan, buat jaga-jaga. Karena penyakit tidak tau kapan datangnya,” kaya Saili belum lama tadi.

Wanita dua anak ini akan terus berkomitmen membayar iuran tiap bulannya. Sekalipun di 2021 ini terjadi pesnyesuaian besaran iuran.

Hal ini diterapkannya mengingat dia dan keluarganya merasakan manfaat besar dari JKN-KIS.

“Ketika saya mau melahirkan anak saya yang kedua sekitar pertengahan 2019, harus ada tindakan operasi di rumah sakit. Karena KIS saya aktif, seluruh proses saya dari masuk, tindakan bedah, sampai kontrol semuanya dijamin JKN-KIS,” cerita Saili.

Saili Rahmah berharap program JKN-KIS terus berlangsung. Sebab dia menilai iuran yang dibayarnya perbulan sangat besar manfaatnya.

Dia mengaku, penyesuaian besaran iuran yang sekarang masih dalam batas kemampun keluarganya.

“Semoga rezeki saya dan keluarga selalu ada untuk dapat membayar iuran ke empat anggota keluarga. Saya harapkan program JKN-KIS terus ada menjadi harapan jaminan kesehatan seluruh penduduk Indonesia,” tutup Saili.

Untuk diketahui, khusus peserta PBPU kelas I dan II, seluruh iuran dibayar penuh oleh peserta. Nominalnya untuk kelas I Rp150.000 dan kelas II Rp100.000

Khusus bagi peserta segmen PBPU kelas III, pemerintah turut berkontribusi dalam proporsional pembayaran iuran.

Besaran iuran bagi peserta kelas III adalah Rp42.000. Dari jumlah itu, peserta cukup membayar Rp35.000 karena sudah disubsidi Rp7.000.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Bakal Calon Ketua KNPI HST, Yasin. Foto-Istimewa

HST

Target Ketua KNPI HST, Yasin Mulai Pasang Kuda-kuda
Beasiswa

HST

Tanam ‘Bibit Unggul’ di Bumi Murakata, Puluhan Pelajar HST Dapat Beasiswa
Banjir

HST

Breaking! Sejumlah Wilayah di Barabai HST Mulai Terendam Banjir
apahabar.com

HST

Resmikan TPS-3R di Samhurang HST, Wabup Berry: Lahirkan Pemberdayaan Masyarakat
Jembatan Darurat

HST

Jembatan Darurat di Waki HST Putus Lagi, Warga Minta Dibangun Permanen
Napi

HST

Banjir HST, Puluhan Napi Rutan Barabai Terpaksa Dievakuasi Sementara
PN Barabai

HST

Kampanye Simpatik, PN Barabai Tegas Tolak Gratifikasi
Apahabar.com

HST

Tim Gakkum Sasar Pasar Tradisional di HST, 26 Orang Terjaring Operasi Yustisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com