Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum AF Pertanyakan SPDP dari Kejari Tanbu di Praperadilan Besok, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Mulai Terapkan Tes GeNose Rancangan Van Der Pijl Mulai Bias, Sejarawan Kalsel Ingatkan Lagi Sejarah Kota Banjarbaru Triwulan I, Bank Kalsel Laporkan Laba Rp 121 Miliar Kuasa Hukum AF Tantang Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara

Jelang “Jumat Keramat”, Danrem Antasari Endus Adanya Gejolak

- Apahabar.com Rabu, 17 Maret 2021 - 17:02 WIB

Jelang “Jumat Keramat”, Danrem Antasari Endus Adanya Gejolak

Danrem 101/Antasari, Brigjen Firmansyah tak menampik terkait adanya gejolak di tengah masyarakat jelang putusan MK. apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Jelang putusan sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK), Danrem 101/Antasari, Brigjen Firmansyah mengendus adanya gejolak di tengah masyarakat.

“Tadi saya sudah ngobrol dengan Pak Kapolda Kalsel. Semua akan kita petakan agar gejolak tak muncul ke permukaan. Tapi tidak bisa kita sampaikan di sini,” kata Danrem, Rabu (17/3)

Langkah antisipasi dini mulai diambil. Utamanya, Danrem mengimbau kedua pasangan calon gubernur untuk legawa. Menerima apapun hasil keputusan majelis hakim MK.

“Mari kita menghormati apapun keputusan MK. Kubu manapun harus bisa mengendalikan simpatisannya. Sehingga kondisi tetap bisa kondusif. Harus bisa legawa,” kata jenderal bintang satu itu.

Dua pasangan calon, kata Danrem, harus bisa menunjukkan sikap negarawan kepada masyarakat. Siapapun yang terpilih adalah sosok yang kuat.

“Karena kita sedang dalam masa transisi pascabanjir, maka pemimpin terpilih nanti harus langsung dihadapkan dengan sejumlah persoalan,” katanya.

MK sendiri bakal memutuskan siapa pasangan yang bakal memimpin Bumi Lambung Mangkurat pada Jumat (19/3) mendatang.

19 Maret ini akan menjadi “Jumat Keramat”. Bisa dikatakan demikian lantaran MK bakal mengumumkan putusan sengketa hasil Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan 2020.

Warga Kalsel tentu sudah menunggu-nunggu hasilnya, terlebih sidang demi sidang bergulir sejak MK menerima permohonan gugatan pemohon, Selasa 22 Desember 2019 lalu. Sidang pembuktian Senin 22 Februari kemarin juga berlangsung cukup alot.

Putusan MK bakal menentukan siapa pemimpin Bumi Lambung Mangkurat -sebutan Kalsel- selanjutnya. Pemohon dalam sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020 di MK adalah penantang petahana Denny Indrayana-Difriadi Darjat (H2D). Termohonnya KPU Kalsel.

H2D menggugat KPU lantaran menetapkan rivalnya Sahbirin-Muhidin (BirinMu) sebagai pemenang pemilu. H2D mengendus beragam dugaan pelanggaran dan kecurangan selama kontestasi berlangsung.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Elite Partai Bertemu, Sinyal Koalisi Gerindra-Golkar di Pilgub Kalsel?
apahabar.com

Politik

Maju di Pilgub Kalsel, Bupati HSU Abdul Wahid Enggan Daftar ke Parpol Lain?
apahabar.com

Politik

Berikut Tiga Parpol Paling Loyal Kampanyekan Dua Paslon Capres
apahabar.com

Politik

Sosok Mushaffa Zakir di Mata Ananda
Banjar

Politik

Transkrip Rekaman Sengketa Pilgub Kalsel Beredar, Petinggi KPU Akui PPK Terima Duit
apahabar.com

Politik

Mengupas Kegagalan Partai Baru di Kalsel
Bawaslu

Politik

Laporan Tandon Rontok di Bawaslu, Tim Denny Indrayana No Comment
apahabar.com

Politik

Diminta Lapor Data Saksi, Parpol Cuek
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com