Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Jelang Pelaksanaan Haji 2021, Saudi Minta Jemaah Divaksin Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 3 Maret 2021 - 09:15 WIB

Jelang Pelaksanaan Haji 2021, Saudi Minta Jemaah Divaksin Covid-19

ilustrasi vaksinasi covid-19jemaah haji 2021. Foto-Net

apahabar.com, RIYADH – Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkaan pernyataan melalui harian Arab Okaz pada Selasa (2/3).  Mereka sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksinasi Covid-19bagi semua jemaah ibadah haji 2021.

Dalam memo internal yang dilihat oleh Okaz, Tawfiq Al Rabiah mengatakan vaksinasi diperlukan untuk semua yang ambil bagian dalam pelaksanaan haji. Termasuk mengarahkan staf untuk membentuk komite vaksinasi virus corona untuk jemaah haji sebelum musim haji pada Juli mendatang.

“Pihak berwenang harus mengamankan tenaga yang dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas kesehatan di Makkah, Madinah dan titik masuk bagi jamaah,” kata Al Rabiah seperti dilansir Irham.id yang mengutip The National News, Rabu (3/3).

Seorang juru bicara kementerian kesehatan di Makkah mengatakan kepada The National, bahwa memo internal dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa semua tenaga medis dan relawan yang ingin bekerja selama haji tahun ini juga harus divaksinasi. Arab Saudi berencana untuk memvaksinasi 70 persen dari populasinya pada akhir 2021.

Sebelum adanya pandemi Covid-19, Arab Saudi mampu menerima hingga 2 juta orang yang melakukan ibadah haji. Namun pada haji tahun ini, masih belum ada pemberitahuan berapa banyak yang akan diizinkan untuk melakukan haji.

Musim haji tahun lalu, turun secara drastis dengan hanya mengizinkan 1.000 jemaah untuk melakukan ibadah haji. Pelaksanaan ibadah haji pun dilakukan sesuai dengan pedoman kesehatan termasuk menjaga jarak sosial, dan tidak ada kasus Covid-19 yang tercatat sebagai akibatnya.

Pihak berwenang untuk sementara menangguhkan umrah pada Maret tahun lalu karena pandemi, tetapi kemudian memulainya lagi dengan protokol Covid-19 yang ketat. Sejauh ini, tidak ada satu kasus pun yang dilaporkan di antara 5 juta jemaah yang melakukan umrah sejak Oktober tahun lalu.

Calon jemaah umroh harus mendaftar melalui aplikasi resmi pemerintah Saudi. Kemudian akan menerima jadwal umroh untuk mencegah kepadatan berlebih selama pelaksanaan umroh.

Kementerian Kesehatan pada Selasa mengatakan, sebanyam 885 ribu orang telah menerima vaksin virus corona. Kerajaan juga telah mendirikan lebih dari 259 pusat vaksinasi, da  mendesak wanita hamil dan anak-anak serta orang-orang yang memiliki alergi dan penyakit dada untuk tidak menerima vaksin tersebut.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Serukan Boikot Produk Prancis, MUI HSS: Sampai Presiden Macron Minta Maaf
apahabar.com

Habar

UEA Tak Lagi Sediakan Iftar di Masjid
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Menag Update Info Haji 2020
apahabar.com

Habar

Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Haul Datu Sanggul ke-254
apahabar.com

Habar

Puluhan Calon Dewan Hakim MTQ di Kapuas Ikuti Pelatihan
apahabar.com

Habar

Mencintai dan Teladani Rasul SAW Jadi Tantangan Berat di Era Digital
apahabar.com

Habar

Pengajian Ramadan Bersama Guru Zuhdi, Cara Masuk Surga Lebih Cepat dari Bidadari
apahabar.com

Habar

Lebaran di Tengah Pandemi, MUI Imbau Halal Bihalal Via Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com