Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Jelang ‘Perceraian’ PAMA dan Adaro, Serikat Pekerja Desak Hak Karyawan Dipenuhi

- Apahabar.com Kamis, 4 Maret 2021 - 21:32 WIB

Jelang ‘Perceraian’ PAMA dan Adaro, Serikat Pekerja Desak Hak Karyawan Dipenuhi

PT Pama menyiapkan sejumlah skema penyelamatan karyawan menjelang berakhirnya kontrak kerja sama dengan Adaro. Foto: Ist

apahabar.com, TANJUNG – Kontrak kerja sama antara PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dengan PT Adaro Indonesia akan segera berakhir.

Sejumlah pihak pun ikut menyoroti dampak dari ‘perceraian’ dua perusahaan itu, khususnya untuk nasib karyawan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Pekerja, Kimia Energi Pertambangan (FSP-KEP) Tabalong, Sahrul, berharap jika kedua perusahaan itu benar-benar tidak melanjutkan kerja samanya, dia meminta hak karyawan tetap dipenuhi sesuai aturan.

“Saya yakin PAMA akan memikirkan karyawannya. Karena selama ini hampir tidak ada persoalan perselisihan antara perusahaan dan karyawannya,” katanya, Kamis (4/2).

Meski cukup yakin PAMA akan memenuhi tanggung jawabnya, tapi dia justru pesimistis dengan sejumlah perusahaan yang menjadi sub kontraktor PAMA.

“Tapi bagaimana dengan karyawan di puluhan atau mungkin ratusan perusahaan sub kontraktor PAMA? Apakah mereka semuanya akan diperkerjakan BUMA? Ini, kan, belum jelas,” kata Sahrul.

Pihaknya, kata Sahrul, akan melakukan pendampingan terhadap para anggota FSP-KEP untuk memperoleh hak-haknya.

Mereka juga menyayangkan jika kontrak kerja sama itu tidak diperpanjang oleh PT Adaro Indonesia. Sebab, keputusan itu akan berdampak besar.

Dia memprediksi akan tercipta pengangguran massal di empat kabupaten, yaitu Tabalong, Balangan, Barito Timur dan Barito Selatan sebagai daerah operasional Adaro.

“Tolong ini dibicarakan lagi. Jangan sampai ada pengangguran massal imbas dari itu. Pemerintah juga hendaknya bisa memikirkan dampak dari penghentian kerja sama dua perusahaan tambang tersebut, ” harapnya.

Kontrak kerja sama perusahaan tambang batu bara PT PAMA dengan PT Adaro Indonesia akan berakhir pada 31 Juli 2021.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

45 Pejabat Kemenkumham Kalsel Jalani Tes Urine, Hasilnya Negatif
Aktivitas

Kalsel

Mulai Hari Ini, Aktivitas Warga Banjarmasin Dibatasi hingga Pukul 22.00
apahabar.com

Kalsel

Buka Festival Pencak Silat, Paman Birin Janjikan Kuntau Pecahkan MURI
apahabar.com

Kalsel

Gotong Royong Berskala Besar, PDIP Bagikan Ratusan Hazmat di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Donor Darah Secara Rutin Bisa Bikin Awet Muda
apahabar.com

Kalsel

Pelaku Perampokan Brutal di Kelumpang Hulu Kotabaru Akhirnya Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Lingkungan Sekolah dan Media Belum Ramah Anak
Kerugian Negara Ratusan Juta, Ini Hasil Ops Antik Intan 2020 Polres Banjarbaru

Kalsel

Kerugian Negara Ratusan Juta, Ini Hasil Ops Antik Intan 2020 Polres Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com