Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Jelang Pertemuan The Fed, IHSG Diprediksi Cenderung Turun

- Apahabar.com Selasa, 16 Maret 2021 - 11:17 WIB

Jelang Pertemuan The Fed, IHSG Diprediksi Cenderung Turun

Ilustrasi - Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. Foto-Antara/Puspa Perwitasari/wsj

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (16/3) diprediksi cenderung bergerak turun.

Penurunan IHSG bergerak turun jelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

IHSG dibuka menguat 22,93 poin atau 0,36 persen ke posisi 6.347,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 6,25 poin atau 0,66 persen ke posisi 949,34.

“IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah ke kisaran 6.275-6.300 pada perdagangan Selasa. Secara teknikal, terdapat gap pada rentang 6.265-6.317 yang perlu diperhatikan pelaku pasar,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa.

Terlepas dari faktor teknikal, investor bersikap wait and see jelang pengumuman hasil FOMC dan pidato Gubernur The Fed Jerome Powell pada Kamis (18/3) dini hari.

The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada level 0,25 persen dalam rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tersebut.

Sikap wait and see tersebut berpotensi memicu fluktuasi nilai tukar rupiah jelang pengumuman FOMC tersebut.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) sebesar 2,01 miliar dolar AS pada Februari 2021. Nilai ekspor tumbuh 8,56 persen (yoy), sementara nilai impor tumbuh 11,86 persen (yoy) pada Februari 2021.

Masih dari dalam negeri, penjualan mobil mengalami penurunan dari 52.909 unit pada Januari 2021 menjadi 49.202 unit pada Februari 2021.

Mempertimbangkan sentimen-sentimen tersebut, pelaku pasar dapat mencermati saham-saham manufaktur, seperti SMGR, UNVR, ICBP, INDF dan KRAS dalam perdagangan hari ini. Saham lain yang dapat diperhatikan, di antaranya ADRO, BBNI, INCO, BMRI dan LSIP.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 247,33 poin atau 0,83 persen ke 30.014,3, Indeks Hang Seng naik 257,57 poin atau 0,89 persen ke 29.091,33, dan Indeks Straits Times meningkat 0,69 poin atau 0,02 persen ke 3.106,43.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Hipmi Minta BPK Audit Anggaran Program Kartu Prakerja
apahabar.com

Ekbis

‘New Normal’, Kabar Gembira buat Duta Mall
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Selasa Pagi Melemah ke Rp13.671/USD
apahabar.com

Ekbis

Warga Keluhkan Gas Elpiji 3 Kg Langka di Banjarmasin, Dewan Siap Turun Tangan
apahabar.com

Ekbis

Naik Rp 7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 997.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Pangkalan Elpiji di Banjarmasin Banyak Terima Keluhan Terkait Isi Tabung

Ekbis

Produksi Padi Naik, Dinas TPH Kalsel Minta Kepala Daerah Jaga Stabilitas Harga Beras
apahabar.com

Ekbis

Target Apple di Awal Tahun Meleset, Harga Jual Menjadi Masalahnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com