Waspada, Hujan Berpetir dari Kaltim hingga Kalteng Imbas Siklon Surigae Geger! Wanita Hampang Kotabaru Tewas Bersimbah Darah Didatangi Dinkes, 5 RS di Banjarmasin Langsung Bayar Tunggakan Darah Kebakaran di Tapin, Rumah dan Kendaraan Hangus Dilalap Api Dikira Tenggelam, Buron Biang Tewasnya Polisi di Sungai Martapura Ditangkap!

Kalteng Terapkan PPKM Skala Mikro

- Apahabar.com Senin, 22 Maret 2021 - 22:49 WIB

Kalteng Terapkan PPKM Skala Mikro

Covid-19 masih menghantui, PPKM mikro jadi alternatif. Foto-Shutterstock

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, selama 14 hari, sejak 23 Maret sampai 5 April.

Semula, ada 10 provinsi yang menerapkan kebijakan ini, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara.

Kini, ada 15 provinsi, dengan tambahan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Untuk Kalimantan Tengah sendiri, Gubernur Sugianto Sabran telah menindaklanjuti dengan mengeluarkan instruksi nomor 180.17/24/2021 tentang PPKM berbasis mikro dan pelaksanaan posko penanganan Covid-19 tingkat desa dan kelurahan di Kalteng.

Gubernur Kalteng menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota, mengatur PPKM mikro di tingkat desa dan kelurahan yang terdapat kasus aktif Covid-19 sampai dengan tingkat RT/RW yang berpotensi menimbulkan penularan virus corona.

Dengan mempertimbangkan wilayah hingga tingkat RT sebagai berikut, zona hijau dengan kriteria tidak ada kasus Covid-19 di satu RT, maka skenario pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, seluruh suspek dites dan pemantauan kasus tetap dilakukan secara rutin dan berkala.

Kemudian di zona kuning dengan kriteria jika terdapat 1-5 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat.

Zona Oranye dengan kriteria jika terdapat 6-10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak.

Lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat dengan pengawasan ketat serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

Zona Merah dengan kriteria jika terdapat lebih dari 10 rumah dengan konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir, maka skenario pengendalian, menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak adalah PPKM tingkat RT yang erat.

Melakukan pengawasan ketat, menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial, melarang kerumunan lebih dari 3 orang.

Membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hinggal pukul 20.00 WIB dan meniadakan kegiatan sosial lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi menimbulkan penularan.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Sambut Natal dan Tahun Baru, Dinas Perindagkop Kapuas Adakan Pasar Murah
apahabar.com

Kalteng

Bertambah 4, Positif Covid-19 di Barito Utara Jadi 23 Orang
Covid-19 Kapuas

Kalteng

Kasus Covid-19 Kapuas Meningkat, Ketua Harian Satgas Beberkan Sumbernya
apahabar.com

Kalteng

Kader PKK Kapuas Timur Kalteng Tambah Wawasan Tentang Stunting dan Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Palangkaraya Naik
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Semakin Tebal, BPBD Barut Bagikan 10 Ribu Masker
pesawat

Kalteng

Fix, Serpihan Pesawat di Kalteng Ternyata Roket Cina
apahabar.com

Kalteng

Tracking Covid-19 Barito Utara Kalteng, 21 Orang Reaktif di 3 Instansi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com