Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Kapal Diduga Pembom Ikan Beroperasi di Tanah Laut, Nelayan Lokal Resah

- Apahabar.com Selasa, 30 Maret 2021 - 21:57 WIB

Kapal Diduga Pembom Ikan Beroperasi di Tanah Laut, Nelayan Lokal Resah

Satuan Polisi Perairan (Polair) Polres Tanah Laut monitoring perairan laut di lokasi nelayan yang diduga menggunakan bahan peledak (bom) di Batakan. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Nelayan lokal (Kabupaten Tanah Laut) mengaku mendapati sebuah kapal luar sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan cara di bom di wilayah Tanjung Selat, Desa Batakan, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Sabtu (27/3) Lalu.

Peristiwa itu membuat nelayan lokal resah. Mereka meminta aktivitas nelayan luar yang melakukan pengeboman ikan itu segera ditangkap. Sebab merusak populasi ikan serta biota laut di perairan Tanah Laut.

Karena aksi nelayan yang menggunakan bom ikan tersebut, nelayan lokal tidak bisa menangkap ikan secara normal. Semua ikan, dinilai mereka, mati.

Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tanah Laut Alimuddin Aco mengutuk keras pelaku pembom ikan di wilayah Tanah Laut.

“Kami mendesak kepada kepolisian Polres Tanah Laut untuk melakukan penyelidikan,” kata dia, Selasa (30/3) kepada apahabar.com.

Menyikapi keresahan nelayan itu, Kapolres Tanah Laut AKBP Cuncun Kurniadi Melalui Kasat Polair AKP Supriyanto mengatakan kejadian pengeboman termonitor 3 Minggu yang lalu.

“Untuk pelaku masih Lidik diperkirakan kapal dari Jawa. Lokasi masih belum jelas titik koordinatnya diperkirakan sekitar 10 mil dari bibir pantai Batakan,” katanya.

Supriyanto bilang modusnya mencari kesempatan saat situasi lenggang dan tidak setiap saat melakukan kegiatan itu. “Kami terus melakukan monitor perairan laut dan koordinasi warga nelayan,” katanya.

Kemudian, untuk kapal cantrang sesuai dengan peraturan baru permen 59 tahun 2020 bahwa cantrang termasuk alat tangkap legal dan bisa beroperasi di laut Jawa.

“Dari peraturan tersebut kita tidak bisa menangkap kecuali ada kesalahan pada UU peralatannya, itu pun mereka beroperasi diatas 20 mil dari bibir pantai,” tandasnya.

Hingga saat ini nelayan cantrang sudah tidak ditemukan lagi di wilayah perairan Kabupaten Tanah Laut.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tanah Laut

Budidaya Serai Wangi Desa Bukit Mulia Kintap Tala, Untungnya Berlipat!
Cerita Lirih Lana

Kalsel

Cerita Lirih Lana, Seorang dari 8 Pendaki Banjarmasin Tersesat di Pegunungan Tala
PPKM

Tanah Laut

Polsek Jorong Terjunkan Bhabinkamtibmas Bantu Kegiatan PPKM

Tanah Laut

Tabrak Pikap, Pengendara Scoopy di Pelaihari Tewas di Tempat

Tanah Laut

Hari Pertama Ramadan, Stok Bahan Pokok di Pasar Pelaihari Aman
Wamen LHK RI

Tanah Laut

Wamen LHK RI Kunjungi Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Pelaihari
Gantung Diri

Kalsel

Tak Kunjung Sembuh dari Stroke, Petani Tanjung Bajuin Nekat Gantung Diri
Tabrak Lari

Kalsel

Dini Hari, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Lari di Batu Ampar Tala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com