Tanpa Naturalisasi, Berikut Pemain Tambahan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020 Kartu Prakerja Lanjut di 2022, Anggaran Rp 11 Triliun Disiapkan Nyangkut Jembatan Lagi, Damkar Banjar Turun Tangan Atasi Rumpun Bambu Longsor Kotabaru Tewaskan 4 Warga Maradapan, Cek Faktanya Korupsi Eks Bupati HST: KPK Periksa Pejabat Bank Kalsel

Kebut Vaksinasi di Semester II, Pemerintah Akan Suntik 1,5 Juta Vaksin per Hari

- Apahabar.com     Sabtu, 13 Maret 2021 - 17:06 WITA

Kebut Vaksinasi di Semester II, Pemerintah Akan Suntik 1,5 Juta Vaksin per Hari

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menerima vaksinasi Covid-19 Perdana di Indonesia, 13 Januari 2021. Foto-tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah akan mulai menggenjot vaksinasi Covid-19 pada semester II tahun 2021.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan 75% vaksin akan tersedia mulai bulan Juli mendatang dengan hitung-hitungannya perhari harus menyuntikan kurang lebih 1,5 juta orang.

“181,5 juta orang 363 juta dosis dibagi 365 hari itu satu juta sehari kalau vaksinnya rata tersedianya. Vaksinnya enggak rata tersedianya di semester dua yang banyak kepepet di semester kedua. Hitung-hitungan 1,5 juta suntik perhari. Ini bagus untuk latihan,” kata Budi dalam peluncuran Grab Vaccine Center, dikutip dari CNBC Indonesia, Sabtu (13/3/2021).

Dia menjelaskan pada Januari-Februari 2021 vaksin tersedia tiga juta dan suntikan diberikan hanya 100 ribu. Lalu Maret-April dinaikkan menjadi 300 ribuan setelah ketersediaan 10 juta dosis per bulannya.

“Di bulan Mei dan Juni akan naik sekitar 20 jutaan vaksin, kita kapan Naik kan secara bertahap dari hari ini 300 ribuan menjadi 600 ribuan – 700 ribuan vaksinasi,” jelasnya.

Menurutnya tempat seperti Grab Vaccine Center yang hadir saat ini menjadi latihan. Karena tempat yang sama akan dibutuhkan lebih banyak untuk semester kedua nanti.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi serta Kepala Badan Riset dan Inovasi, Bambang Brodjonegoro mengatakan Grab Vaccine Center ini merupakan bagian dari inovasi. Salah satunya adalah kerja sama public dan private sector yang menurutnya sangat penting.

Selain itu inovasi lainnya yaitu layanan sistem teknologi digital optimal. Menurutnya walau sistem rapi tapi dijalankan manual akan ada kekurangan di beberapa titik.

“Kekurangan itulah yang bisa diatasi oleh Grab sebagai perusahaan yang berbasis aplikasi digital untuk bisa menyempurnakan layanan vaksinasi hari ini. jadi tentunya ini pertanda yang baik apalagi saya lihat yang terjun langsung ke lapangan kalangan muda, optimis kalangan muda dapat n menciptakan layanan publik yang jauh lebih baik dibanding generasi hampir lansia,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Al Muktabar mengatakan jika situasi pandemi dari awal cukup terkendali di wilayah tersebut. Saat ini juga pihaknya telah melakukan langkah vaksinasi.

“”Mudah-mudah ini akan terus kita tingkatkan kinerja kita untuk melakukan langkah-langkah upaya mengurangi pandemi ini. Syukur-syukur nanti kita bisa mengakhiri semua keadaan ini,” kata Al Muktabar.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ini Kata Ustaz Abu Bakar Ba’asyir Setelah Bebas
Jokowi

Nasional

Relawannya Mulai Ditarik-tarik ke Pilpres 2024, Jokowi: Jangan Terburu-buru
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 24 April, Lebaran 24 Mei 2020

Nasional

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 24 April, Lebaran 24 Mei 2020
apahabar.com

Nasional

Pembinaan Karakter Jadi Tantangan Pendidikan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jokowi Beri Arahan Pengendalian Karhutla 2019 di Istana Negara
apahabar.com

Nasional

Wali Kota Duga Ada Kesalahan Input Data Anggaran Lem Aibon Rp82,8 Miliar
apahabar.com

Nasional

Sekretariat Presiden Resmi Luncurkan Pendaftaran Upacara Virtual HUT ke-76 RI
apahabar.com

Nasional

Pesawat Tim Penjemput 245 WNI Mendarat di Bandara Wuhan China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com