Waspada, Hujan Berpetir dari Kaltim hingga Kalteng Imbas Siklon Surigae Geger! Wanita Hampang Kotabaru Tewas Bersimbah Darah Didatangi Dinkes, 5 RS di Banjarmasin Langsung Bayar Tunggakan Darah Kebakaran di Tapin, Rumah dan Kendaraan Hangus Dilalap Api Dikira Tenggelam, Buron Biang Tewasnya Polisi di Sungai Martapura Ditangkap!

Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Kembali Tertekan

- Apahabar.com Rabu, 31 Maret 2021 - 11:57 WIB

Naiknya Imbal Hasil Surat Utang AS, Rupiah Kembali Tertekan

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto-Katadata/Adi Maulana Ibrahim

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (31/3) pagi tertekan.

Rupiah kembali tertekan naiknya imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi Amerika Serikat.

Pada pukul 9.52 WIB, rupiah melemah 78 poin atau 0,54 persen ke posisi Rp 14.558 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.480 per dolar AS.

“Rupiah kemungkinan tertekan sentimen kenaikan yield US treasury dan indeks dolar. Sementara itu inflasi Maret yang diperkirakan tetap rendah sebesar 1,36 persen (yoy), akan membatasi nilai tukar rupiah,” kata analis Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS didorong naiknya data CB Consumer confidence AS Maret sebesar 109,7, lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebesar 96,5. Data tersebut menunjukan semakin baiknya ekspektasi konsumen di AS atas ekonomi negara tersebut.

“Data CB Consumer confidence AS Maret juga mengindikasikan akan naiknya konsumsi masyarakat AS dan mendorong laju inflasi,” ujar Ahmad.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun kemungkinan stabil di level 1,75 persen. Setelah naik tajam di atas 1,77 persen, imbal hasil obligasi AS kemungkinan akan melanjutkan koreksi dengan menariknya level imbal hasil obligasi tersebut bagi investor asing di tengah kekhawatiran gagal bayar atau default kredit beberapa bank besar di AS.

Sementara indeks dolar kemungkinan menguat ke level 93,5 hari ini di tengah kekhawatiran kembali meningkatnya kasus Covid-19 harian di AS dan negara-negara di Eropa.

“Dollar menjadi alternatif pilihan di tengah ketidakpastian tersebut. Yield US treasury yang kembali naik juga memperkuat dolar terhadap mata uang utama dunia lainya,” kata Ahmad.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar dengan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) diperkirakan melemah ke level Rp 14.550 per dolar AS.

Pada Selasa (27/3) lalu, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp 14.480 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.445 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Cegah Covid-19, Duta Mall Rutin Rapid Test Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Di Tengah Covid-19, Wedding Organizer di Banjarmasin Terjepit 
Startup Kuliner

Ekbis

Wow, Startup Kuliner Gibran-Kaesang Disuntik Dana Rp 29 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Jika THR Tak Cair, Berikut 3 Pengeluaran Lebaran yang Wajib Dicoret
Rupiah

Ekbis

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Trafik Penerbangan Mulai Naik, GMF Optimis Bangkit
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS
apahabar.com

Ekbis

Apple Mulai Gak Laku?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com