Waspada, Hujan Berpetir dari Kaltim hingga Kalteng Imbas Siklon Surigae Geger! Wanita Hampang Kotabaru Tewas Bersimbah Darah Didatangi Dinkes, 5 RS di Banjarmasin Langsung Bayar Tunggakan Darah Kebakaran di Tapin, Rumah dan Kendaraan Hangus Dilalap Api Dikira Tenggelam, Buron Biang Tewasnya Polisi di Sungai Martapura Ditangkap!

Ketahuan Kampanye Saat PSU Pilgub Kalsel, Denda Jutaan Rupiah hingga Penjara Menanti

- Apahabar.com Senin, 29 Maret 2021 - 20:01 WIB

Ketahuan Kampanye Saat PSU Pilgub Kalsel, Denda Jutaan Rupiah hingga Penjara Menanti

Ilustrasi penjara. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kalimantan Selatan mengeluarkan surat imbauan larangan kampanye pada Pemungutan Suara Ulang (PSU).

Bentuk penindakannya mulai dari pidana penjara hingga denda jutaan rupiah.

“Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal waktu yang telah ditetapkan oleh KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk masing-masing calon, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 15 hari atau paling lama 3 bulan dan/atau denda paling sedikit Rp100 ribu atau paling banyak Rp1 juta,” kata Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah, dalam keterangan resminya, Senin (29/3).

Bentuk kampanye yang dimaksud adalah kegiatan untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi misi dan program kerja paslon yang bersangkutan. Larangan ini juga berlaku saat pelaksanaan PSU di TPS.

“Partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon dan tim kampanye wajib menutup akun resmi di media sosial paling lambat sehari setelah masa kampanye berakhir,” sebutnya.

Dalam poin berikutnya, Erna menyebutkan Bawaslu hingga tingkat pengawas TPS berwenang melakukan penanganan dugaan pelanggaran berdasarkan laporan atau temuan.

Untuk itu, pihaknya mengimbau agar kedua belah pihak menahan diri tidak melakukan kampanye dalam bentuk dan metode apapun sampai PSU dilaksanakan.

“Tidak menyebarkan bahan kampanye yang memuat ajakan, visi, misi dan citra diri. Menjaga kondusifitas dan keamanan dengan tidak menyebar ujaran kebencian dan berita bohong. Serta menonaktifkan media sosial yang telah didaftarkan kepada KPU Provinsi Kalsel pada masa kampanye,” paparnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Bawaslu Kalsel

Politik

Langgar Etik, DKPP Jatuhkan Sanksi Keras Satu Petinggi Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Politik

Direstui PDIP, Ovie-Iwansyah Menanti Dukungan Golkar
apahabar.com

Politik

Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes!
apahabar.com

Kalsel

Resmi; KPUD Tabalong Tetapkan 621 TPS, Berikut Sebarannya

Politik

Pengamat Politik: KLB Demokrat Kontra AHY, Itu Aneh
apahabar.com

Politik

JK Akui Pemberian Lahan Oleh Prabowo di Kaltim
apahabar.com

Politik

Via Zoom, Denny-Difri Hadirkan Sandiaga Uno di Bincau Martapura

Politik

Sarapan di Warung Nasi Kuning Pagatan, Cuncung Sudah Lama Dirindukan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com