Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Konferta IV AJI Balikpapan: Menakar Independensi Media di Era Digital

- Apahabar.com Jumat, 26 Maret 2021 - 22:13 WIB

Konferta IV AJI Balikpapan: Menakar Independensi Media di Era Digital

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan menggelar diskusi “Merawat Profesionalisme dan Independensi Media” secara virtual, Jumat (26/3). Ist

apahabar.com, BALIKPAPAN– Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan menggelar diskusi “Merawat Profesionalisme dan Independensi Media” secara virtual, Jumat (26/3).

Diskusi ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten. Direktur Eksekutif Remotivi Yovantra Arief dan Digital Creator Wicaksono alias Ndorokakung.

Yovantra menilai tantangan jurnalisme di era digital terkait aspek ekonomi, sosial politik dan budaya.

Menurutnya kemunculan influencer bukan menjadi saingan media mainstream atau jurnalisme secara bisnis, karena pasarnya berbeda. Tapi entitas baru itu adalah saingan jurnalisme secara filosofi dan secara sosial budaya. “Sebagai konsekuensinya, dua fungsi sosial paling penting dari jurnalisme diambil oleh influencer sebagai gatekeeper informasi atau arbiter of truth,” ucapnya.

Di sisi lain, Ia menganggap perlu ada upaya merubah persfektif bahwa jurnalisme adalah industri pengaruh. Yang tidak lagi secara eksklusif dimiliki insan pers dan media mainstream saja, karena dalam kenyataannya industri influencer juga memiliki pengaruh yang sama. “Kini Jurnalisme juga harus berinvestasi pada literasi warga agar tetap relevan. Serta mendorong industri influencer sebagai saudara dalam tanda petik, agar menjadi profesional,” terangnya.

Sementara Ndorokakung menganggap kemunculan para homeless media yang memanfaatkan platform media sosial, diuntungkan dari sisi algoritma komputerasi, sehingga dapat bersaing dengan industri media mainstream. “Hari ini tantangan media mainstream tidak saja soal kredibilitas dan profesionalisme, tapi juga mempertahankan kelangsungan bisnis,” katanya.

Namun demikian, perusahaan media tetap punya peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lantaran pers juga bagian dalam upaya menjaga demokrasi Indonesia.

Konferensi ke IV AJI Balikpapan ini didukung oleh Pertamina Marketing Operational Region (MOR) VI Kalimantan, Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Kalsul, Pertamina EP Asset 5, Pertamina Hulu Makaham (PHM), PLN Kaltimra, Pelindo IV Balikpapan dan Hotel Platinum. (*)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nelayan

Kaltim

BREAKING NEWS: Nelayan Jeneponto yang Lenyap di Kukar Kaltim Akhirnya Ditemukan
Ilustrasi prostitusi online. Foto-net

Kaltim

Prostitusi Online di Balikpapan, Anak di Bawah Umur Dijual Lewat MiChat Usai Disetubuhi
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 1, Postif Covid-19 di Kaltim Jadi 154 Kasus
Kaltim

Kaltim

Kasus Kematian Herman, Kapolda Kaltim Akhirnya Angkat Bicara
apahabar.com

Kaltim

Wagub Hadi Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Tak Bayarkan THR
apahabar.com

Kaltim

Kapal Bermuatan Elpiji Meledak, Dua Masih Hilang
apahabar.com

Kaltim

HUT Balikpapan, Pertamina Diganjar Penghargaan LH
apahabar.com

Kaltim

IKN di Penajam, Butuh Rp 60 M untuk Lahan Bendungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com