Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Kontribusi Koperasi-UMKM Masih Tertinggal dari Usaha Besar

- Apahabar.com Selasa, 23 Maret 2021 - 15:50 WIB

Kontribusi Koperasi-UMKM Masih Tertinggal dari Usaha Besar

Ilustrasi UMKM. Foto: net

apahabar.com, MUARA TEWEH – Jumlah koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Barito Utara, Kalteng, sudah cukup banyak.

Namun sayangnya, kontribusi yang diberikan masih jauh tertinggal dengan usaha besar.

Anggota DPRD Barito Utara H Abri mengungkapkan terdapat 200 lebih koperasi dan 700 an UMKM.

Legislator DPRD Barut (kiri-kanan) Wardatun Nurjamilah, Jamilah, H Asran, H Abri dan Hasrat. Foto: apahabar.com/Muhammad Nasution.

Artinya kata dia, jika dibandingkan dengan usaha besar, maka jumlah itu menunjukan perbedaan yang segnifikan dengan usaha besar.

Dia mengungkapkan, pada kenyataannya, banyak pelaku ekonomi berskala besar yang mengambil peran-peran perekonomian.

“Upaya meningkatkan perekonomian secara lebih adil dan merata serta berkesinambungan diperlukan peran semua pelaku ekonomi, tidak terkecuali koperasi /UMKM,” kata H Abri.

Dia menambahkan, Koperasi/UMKM merupakan kegiatan usaha yang sangat vital dan strategis dalam sistem perekonomian nasional.

Sebab, lanjut dia, koperasi merupakan salah satu sokoguru perekonomian Indonesia sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan”.

Pasal tersebut papar Abri, secara implisit menunjukan kedudukan koperasi sangat penting sebagai badan usaha yang berdasarkan atas azas kekeluargaan yang diyakini dapat menopang perekonomian Indonesia.

Campur tangan pemerinah daerah seperti yang tercantum dalam Undang-Undang nomor 17 tahun 2012 dimaksudkan untuk mencegah akibat buruk dari mekanisme pasar terhadap pebangunan daerah serta menjaga agar pembangunan dan hasil dapat dinikmati pelaku ekonomi daerah.

Keberadaan koperasi/UMKM mencerminkan wujud nyata kehidupan sosial dan ekonomi bagian terbesar dari masyarakat pada saat ini. Di mana terlihat bahwa para pelaku ekonomi yang ada didaerah kebanyakan para pengusaha kecil menengah yang sangat berperan dalam pembangunan ekonomi.

Harus diakui bahwa koperasi/UMKM ini belum mendapat perhatian sepenuhnya dari pemerintah, baik berkaitan dengan permodalan maupun aspek lainnya.

“Padahal usaha yang dilakukan merupakan usaha ekonomi oleh sebagian besar masyarakat juga penggerak ekonomi kerakyatan,” papar Arbi.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Barut

Dewan Sorot Sektor Pertanian di Barut: Pengelolaan Harus Tepat Sasaran
DPRD

DPRD Barut

Catat, Ini Hasil Kunker Komisi III DPRD Barut ke PUPR Banjarmasin
HPN ke 75

DPRD Barut

HPN ke 75, Waket I DPRD Barut: Pers Adalah Urat Nadi
Barito Utara

DPRD Barut

Terancam Hilang Lahan, Pertemuan Segi Tiga Bahas Masalah Tata Batas di Barito Utara
ekonomi kerakyatan

DPRD Barut

Legislator Barut Dorong Pemberdayaan Potensi Ekonomi Kerakyatan
Anggota DPRD Barito Utara Mustafa Joyo Muhtar. Foto-Istimewa

DPRD Barut

Anggota DPRD Barut Minta Kontraktor dan Pengawas Kerja Profesional
aliran sungai

DPRD Barut

Dewan Apresiasi Pemasangan Pompa di Aliran Sungai Bengaris
DPRD Barut

DPRD Barut

Anggota DPRD Barut: Pengalokasian Belanja Daerah Harus Pertimbangkan Keadilan dan Pemerataan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com