Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Kontroversi Data Rahmad Masud, Rektor Untri Balikpapan Sebut Ada Human Eror

- Apahabar.com Senin, 15 Maret 2021 - 23:30 WIB

Kontroversi Data Rahmad Masud, Rektor Untri Balikpapan Sebut Ada Human Eror

Rektor Untri, Rissetri Simanjuntak didampingi Wakil Rektor Untri Muh Thalib menunjukkan surat verifikasi hasil Tim Evaluasi Kinerja Akademis dari LL DIKTI Wilayah XI Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Riyadi

apahabar.com, BALIKPAPAN – Ijazah Wali Kota Balikpapan terpilih, Rahmad Masud, yang dilaporkan oleh sekelompok orang ke Polda Kaltim karena diduga palsu terus menjadi buah bibir di masyarakat.

Selain diduga palsu, oleh kelompok masyarakat itu, Rahmad Masud disebut melanggar ketentuan pendidikan dengan memanfaatkan relasi agar usahanya mendapatkan gelar sarjana ekonomi berjalan mulus.

Namun, tudingan-tudingan itu langsung dimentahkan oleh Rektor Universitas Tridharma, Rissetri Simanjuntak.

“Data yang mereka bawa ke kepolisian saya nggak pernah terima tembusannya. Jadi apa yang membuat mereka yakin tanpa kroscek ke kampus? Bukankah itu data kami yang mereka lihat dan tidak bertanya ke kami malah buat kegaduhan dengan alasan edukasi. Saya bingung sisi edukasinya di mananya,” katanya di hadapan awak media pada Senin (15/3/2021).

Dia bilang berbekal dari hasil analisis Lembaga Layanan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (LL DIKTI) Wilayah XI Banjarmasin sejatinya masalah telah clear.

Pihak LL DIKTI yang datang ke Untri pada 16 Desember 2020 lalu sudah dilayani oleh pihak kampus dengan memberikan dokumen yang diperlukan.

Dari sini permasalahan tersebut dianggap selesai. Kemudian saat Rahmad Masud mencalonkan diri sebagai Wali Kota Balikpapan, KPU juga sudah melakukan verifikasi.

“Jadi saya dapat katakan ijazah Pak Rahmad itu asli dan sah. Makanya saya bilang tuduhan itu darimana dasarnya. Perkuliahannya juga normal seperti biasa. Jadi apa yang dituduhkan dengan pelapor tadi? Itu sudah kami clear kan dengan lembaga yang berkaitan,” ujarnya.

Perihal status Rahmad Masud yang tertulis drop out di website resmi PD DIKTI, Rissetri menegaskan hal tersebut murni human error.

Dia mengatakan saat itu terdapat kesalahan dari operator kampus yang lalai dalam memasukkan data Rahmad Masud. Padahal saat itu Rahmad tidak di-DO, melainkan cuti.

“Kalau hal itu nanti teknisnya kami akan jelaskan saat ada penyidikan. Itu yang kami tunggu, makanya saya nggak mau komen. Tapi dia (Rahmad) tidak pernah di DO. Kalau cuti iya,” ungkapnya.

Kesalahan operator juga menyebabkan menghilangnya riwayat kuliah Rahmad Masud dari tahun 2010 hingga 2012.

“Itulah yang saya katakan kelalaian operator. Tidak menuduh salah satu operator, karena waktu itu banyak operator di Untri. Jadi ada lima operator saat itu. Dan di 2010 saat itu saya Dekan Teknik belum Rektor. Apa yang dikatakan tim saya kemarin itu adalah kesalahan input atau kelalaian operator,” jelasnya.

Rissetri mengatakan Rahmad masuk menjadi mahasiswa Untri pada 2010. Seiring berjalannya waktu, Rahmad mengambil cuti beberapa kali hingga akhirnya lulus pada 2016 lalu dengan predikat memuaskan.

“Kalau di Untri dari aktivitasnya 10 Semester, beliau lulus harusnya di 2014 genap. Di situlah mereka (Rahmad) cuti,” tuturnya.

Untuk langkah ke depan, pihaknya masih menunggu kabar dari pihak kepolisian sembari melihat potensi utuk melapor balik.

“Ya kami tidak terlalu gaduh, kami memiliki bukti yang kuat yang bisa kami tunjukkan terkait tuduhan beliau. Jadi insya allah akan kami tuntut balik. Kita akan tunggu perkembangan,” pungkasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Tes SKB CPNS Kutim Kembali Digelar
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Tingkatkan Peran KKSS dalam Pembangunan
apahabar.com

Kaltim

Optimalkan Hutan Rakyat, Pemerintah Bidik Tepi Jalan Samarinda-Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Respon Keputusan Jokowi, Kaltim Segera Terbitkan SE Libur Nasional 9 Desember
apahabar.com

Kaltim

Tambah 4 Kasus, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 218 
apahabar.com

Kaltim

Tips Terhindar Banjir Kala Menuju Bandara Samarinda
apahabar.com

Kaltim

Klaster Lingkungan Covid-19 Mulai Menyebar di Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 393, Positif Covid-19 di Kaltim Jadi 22.861 Kasus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com