Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Korupsi Ratusan Juta di Tapin, Tunggu Kejutan di Persidangan

- Apahabar.com Jumat, 26 Maret 2021 - 18:24 WIB

Korupsi Ratusan Juta di Tapin, Tunggu Kejutan di Persidangan

Kondisi siring yang ambruk di samping jembatan Atalaut Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin. Foto-Sandy/apahabar.com

apahabar.com, RANTAU – Kasus korupsi ratusan juta proyek pembangunan tebing siring Atalaut di Kecamatan Bungur, masih berkutat di Kejaksaan Negeri Tapin.
Pantauan apahabar.com, di lokasi proyek tersebut rimbun dengan semak-semak. Kondisi siring masih belum diperbaiki. Padahal runtuhnya siring Jembatan Sungai Ataluat itu terjadi pada awal tahun 2019 lalu.

“Runtuhnya siring sudah lama, kalau tidak salah pertengahan Januari 2019 dulu,” ujar Rahmadi pengguna jalan di Desa Bungur.

Rahmadi mengatakan runtuhnya siring samping Jembatan Atalaut itu dulunya ditakutkan berdampak sama jembatannya. Namun sampai hari ini kondisi jembatan aman-aman saja.

“Rame dulu warga melihat kondisi siring itu dan takut jembatannya ikut runtuh. Tapi Alhamdulillah sampai ini baik-baik saja,” ujarnya bercerita.

Diketahui, jembatan Atalaut adalah jalan penghubung desa Bungur, ada lima desa dalam wilayah Kecamatan Bungur yang melintas pulang dan pergi.

Lima desa itu, adalah Shabah, Kelumpang, Linuh, Rantau Bujur dan Hangui. Itu akses terdekat masyarakat menuju di kota Rantau untuk membeli kebutuhan ke Pasar.

Terpisah, saat ditanya kepihak Kejaksaan Negeri Tapin terkait kemungkinan tersangka lain dari kasus korupsi yang merugikan uang negara ratusan juta oleh tersangka salah satu oknum ASN PUPR Tapin dan kontraktor di Tapin.

“Kita tunggu fakta di persidangan,” singkat Kepala Kejaksaan Negeri Tapin Zaenul Abidin Nawir, saat ditanya melalui WhatsApp.

Diwartakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapin melakukan pengungkapan tahap II pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti kasus korupsi proyek pembangunan tebing siring Atalaut di Kecamatan Bungur.

Dari kasus itu, dua orang tersangka FF (37) dan RJS (37) diduga merugikan uang negara sekitar Rp522 juta.

FF (37) seorang kontraktor dan RJS (37) sorang Oknum ASN, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Dinas PUPR Tapin.

Kedua tersangka dikenakan pasal 2 dan pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman di pasal 2 paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, sedangkan pasal 3 ancaman hukuman paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemkot Banjarmasin Raih Perhargaan Unit Pelayanan Terbaik
Apahabar.com

Kalsel

Breaking News! PSBB Tiga Daerah di Kalsel Disetujui Kemenkes
apahabar.com

Kalsel

Tambah Keakraban, Personel TMMD Kodim 1022/Tanah Bumbu Gelar Makan Malam Bersama Warga
apahabar.com

Kalsel

Kabut dan Hujan Terpantau di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Masuk Radar KPK, Dua Sektor Ini Jadi Sorotan!
apahabar.com

Kalsel

Siang Hari, BMKG: Waspadai 6 Daerah Diguyur Hujan Disertai Petir
Pertamina

Kalsel

Bantahan Pertamina Izin Pangkalan Elpiji di Banjar Butuh Rp50 Juta 
apahabar.com

Kalsel

Hujan Disertai Petir Ancam Malam Pergantian Tahun di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com