Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Larang Mudik Lebaran 2021, Berlaku Juga Bagi Pekerja Swasta

- Apahabar.com Jumat, 26 Maret 2021 - 14:34 WIB

Larang Mudik Lebaran 2021, Berlaku Juga Bagi Pekerja Swasta

Mudik lebaran. Foto-Ilustrasi/Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Larangan mudik lebaran 2021, 6-17 Mei 2021, tak hanya berlaku untuk PNS, pekerja swasta pun demikian. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan risiko penularan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pascalibur panjang.

“Cuti bersama Idul Fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian bansos akan diberikan,” kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (26/3).
Kata Muhadjir, aturan resmi tentang larangan mudik akan diatur lebih lanjut oleh Polri dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Mekanisme pergerakan orang dan barang akan diatur kementerian dan lembaga terkait. Untuk kegiatan keagamaan dalam rangka menyambut Ramadan akan diatur Kemenag, dan berkonsultasi dengan organisasi keagamanan,” kata Muhadjir dilansir CNN Indonesia.

Kebijakan melarang mudik lebaran ini, menurut Muhadjir, diambil sesuai arahan Presiden joko Widodo pada 23 Maret 2021.

“Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN/TNI-Polri karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan seluruh masyarakat.

Muhadjir mengatakan, seluruh kementerian dan lembaga akan mempersiapkan komunikasi publik yang baik mengenai peniadaan mudik ini.

“Larangan mudik akan dimulai pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021 dan sebelum itu dan sebelum dan sesudah hari dan tanggal itu diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan-kegiatan yang keluar daerah sepanjang kecuali betul-betul dalam keadaan mendesak dan perlu,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya juga mengingatkan jajaran kepala daerah soal masih tingginya risiko penularan covid-19.

Meski saat ini Indonesia terus mengalami penurunan angka harian positif covid-19, dia meminta agar semua pihak tetap waspada.

Jangan sampai, dengan turunnya angka penularan harian ini membuat semua jajaran kepala deerah dan pemerintah lengah, sebab resiko penularan covid-19 masih tetap ada.

“Yang perlu saya ingatkan tugas kita dalam penanganan Covid-19 ini belum selesai, risiko masih ada. Hati-hati risiko Covid-19,” kata Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional V APKASI di Istana Negara, Jumat (26/3).

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

bmkg jakarta

Nasional

BMKG: Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Barat Laut Melonguane Sulut
apahabar.com

Nasional

Usai Listrik Padam Massal, Jokowi Datangi Kantor Pusat PLN
apahabar.com

Nasional

Termasuk Danjen Kopassus, Pangliman TNI Rotasi 62 Perwira, Simak Daftarnya
apahabar.com

Nasional

Kirim Karangan Bunga ke Wiranto, Ini Kata Kivlan Zen
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan dari 7 Negara Sahabat
apahabar.com

Nasional

Dirawat di RSD Wisma Atlet, 3.035 Pasien Covid-19 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Hari Disabilitas 2018: Banjarmasin Tak Ramah untuk Kaum Difabel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com