Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Luhut Akui Indeks Kesehatan Laut RI Masih di Bawah Dunia

- Apahabar.com Selasa, 30 Maret 2021 - 18:24 WIB

Luhut Akui Indeks Kesehatan Laut RI Masih di Bawah Dunia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Indeks kesehatan laut Indonesia hanya berada di kisaran 65 persen pada 2018. Bahkan, indeksnya lebih rendah dari rata-rata dunia sekitar 71 persen pada tahun yang sama.

“Pada 2017-2018, indeks kesehatan laut Indonesia memiliki skor 65 persen, sementara global 71 persen di 2018,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di seminar bertajuk Menuju Sustainable Ocean Economy di Indonesia secara virtual, Selasa (30/3).

Luhut mengatakan ekonomi laut atau ekonomi biru yang berkelanjutan sangat penting bagi Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya maritim yang besar.

“Laut yang berkelanjutan dapat menyediakan makanan bagi masyarakat di pesisir dan memberi solusi inisiatif untuk menghadapi tantangan global,” katanya.

Pemerintah pun, katanya, memberi perhatian kepada keberlanjutan laut dengan memasukkan kegiatan ekonomi biru di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tahun ini, pemerintah menyiapkan dana senilai Rp699,43 triliun atau lebih tinggi dari realisasi PEN 2020 sebesar Rp579,78 triliun.

“Termasuk untuk kelautan, salah satunya upaya peningkatan dan konservatif budaya perikanan, melestarikan mangrove, dan restorasi terumbu karang,” tuturnya.

Pemerintah, sambungnya, juga sudah memasukkan prioritas untuk ekonomi biru yang berkelanjutan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk memperkuat kawasan pesisir dan laut.

“Ini juga untuk mencapai pembangunan yang rendah karbon dan ketahanan iklim yang meliputi pengembangan energi berkelanjutan, pengelolaan limbah, perlindungan pesisir dan laut, keamanan air dan pangan, dan perlindungan kesehatan masyarakat pesisir,” terangnya.

Luhut juga mengajak berbagai pihak untuk bisa memberi dukungan bagi kelangsungan ekonomi biru yang berkelanjutan. Tak cuma dari kalangan akademisi, namun juga investor untuk mengalirkan investasi terkait transfer teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Di laut ada sekitar 17,9 GW energi dari dalam laut yang kami temukan tapi belum termanfaatkan secara optimal dan kami tetap membutuhkan dukungan investasi untuk teknologi dan transfer ilmu dari Bapak, Ibu sekalian,” tuturnya.

Di luar ekonomi biru, Luhut memastikan pemerintah juga menjalankan kebijakan ekonomi berkelanjutan lain, misalnya merehabilitasi atau melakukan penanaman kembali di 620 ribu hektare (ha) sampai 2034.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

12 Mobil Tabrakan Beruntun, 9 Orang Terluka
apahabar.com

Nasional

Pulihkan Daerah Aliran Sungai, Jokowi Ajak Warga Tanam Pohon
apahabar.com

Nasional

Uang Kemerdekaan Rp75.000 Bisa Ditukar Awal Oktober
apahabar.com

Nasional

6 Kali Olah TKP, Periksa 131 Saksi, Bareskrim : Gedung Kejagung Sengaja Dibakar, Bakal Ada Tersangka
apahabar.com

Nasional

Penjelasan Polri Soal ‘Geng-gengan’ di Tubuhnya
apahabar.com

Nasional

Inilah Foto Resmi Jokowi – Ma’ruf Amin di Surat Suara
apahabar.com

Nasional

Klaim Efektif 98 Persen, Unair: Obat Covid-19 Tunggu Izin BPOM
KNH 2020

Nasional

KNH 2020, Dewan Pers: Media dan Humas Jaga Kredibilitas Informasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com