Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Mendikbud: Risiko Peserta Didik Terinfeksi Covid-19 Lebih Rendah

- Apahabar.com Kamis, 18 Maret 2021 - 16:17 WIB

Mendikbud: Risiko Peserta Didik Terinfeksi Covid-19 Lebih Rendah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Hasil riset menyebutkan peserta didik dalam kelompok usia 3-30 tahun memiliki risiko terinfeksi Covid-19 yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

“Hasil riset menunjukkan risiko terinfeksi Covid-19, orang muda apalagi anak muda sangat kecil,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam Rapat Kerja Komisi X DPR yang dipantau di Jakarta, Kamis (18/03).

Peserta didik, pendidikan dan tenaga kependidikan dalam kelompok usia 31 hingga 59 tahun dan lebih dari 60 tahun memiliki faktor risiko yang secara signifikan lebih tinggi terhadap Covid-19.

“Pendidikan dan tenaga kependidikan memiliki kerentanan tertinggi terhadap Covid-19,” jelas dia.

Nadiem menjelaskan hasil riset global menemukan bahwa anak yang terinfeksi Covid-19 memiliki risiko yang lebih ringan dan transmisi pada anak bukan di sekolah tapi antara dewasa dan anak. Anak lebih banyak tertular dari orang dewasa.

“Jadi bukan pada saat pembelajaran tatap muka di dalam ruang kelas, melainkan transmisi pada anak lebih banyak terjadi pada aktivitas sosial di luar ruang kelas,” tambah dia.

Dalam upaya akselerasi pembelajaran tatap muka, pendidik dan tenaga kependidikan adalah pihak yang membutuhkan perlindungan.

Nadiem menjelaskan Indonesia merupakan satu di antara empat negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka secara penuh. Sementara 23 negara lainnya sudah melakukan pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran tatap muka perlu diakselerasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Bahkan sebelum vaksinasi pendidikan dan tenaga kependidikan, pemerintah daerah telah didorong untuk mengakselerasi pembelajaran tatap muka sesuai dengan kondisi satuan pendidikan.

Setelah vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan satuan pendidikan wajib memberikan opsi layanan pembelajaran tatap muka terbatas. Orang tua atau wali dapat memilih apakah anaknya ikut melakukan pembelajaran tatap muka atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Nah, RSPON Terima 350 Pasien Stroke Tiap Hari!
Prokes

Nasional

Prokes Covid-19, Kepala Daerah Diminta Jalankan Instruksi Mendagri
Lembaga Eljkman: Penyebaran Covid-19 Banyak Terjadi di Rumah Sakit

Nasional

Lembaga Eljkman: Penyebaran Covid-19 Banyak Terjadi di Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.665 Sembuh dari 10.843 Pasien Positif
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Tunggu Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fase Tiga
apahabar.com

Nasional

Tersandung Narkoba, Iyut Bing Slamet Histeris Saat Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Diperbolehkan Meninggalkan RS Gleneagles
Empat WNI Menolak Dievakuasi dari Wuhan dan Tiga Lainnya Tak Penuhi Syarat Terbang

Nasional

Empat WNI Menolak Dievakuasi dari Wuhan dan Tiga Lainnya Tak Penuhi Syarat Terbang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com