Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Mengintip Pengelolaan Limbah Pasien Covid-19 yang Berbahaya di RSUD Kotabaru

- Apahabar.com Minggu, 7 Maret 2021 - 14:44 WIB

Mengintip Pengelolaan Limbah Pasien Covid-19 yang Berbahaya di RSUD Kotabaru

RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Foto: Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sejak pandemi mewabah, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru merawat banyak pasien positif Covid-19. Utamanya yang bergejala.

Lantas, seperti apa pihak RSUD mengelola limbah pasien Covid-19 di sana, mengingat limbah itu tergolong berbahaya, atau B3.

Dirut RSUD Kotabaru, Cipta Waspada, membenarkan limbah pasien Covid-19 merupakan limbah yang sangat berbahaya, dan masuk kategori limbah B3, sehingga harus dikelola dengan baik.

Berkenaan dengan pengelolaan limbah pasien Covid-19, RSUD Kotabaru telah dilakukan sesuai prosedur dari kementerian kesehatan, dan kementerian lingkungan hidup.

Cipta menyebut, sedari awal Covid-19 mewabah dan merawat, RSUD sendiri telah mengadakan alat insinerator senilai Rp4,8 miliar untuk pembakaran limbah pasien Covid-19.

Uji emisi alat pembakarannya telah dilakukan oleh pihak kementerian terkait.

Pengadaan alat insinerator sendiri sepaket dengan operasional, dan perizinan dari kementerian kesehatan, dan kementerian lingkungan hidup.

Mekipun diakuinya, sejauh ini izin tersebut memang belum keluar. Lantaran, izin tidak serta merta bisa terbit dan memerlukan waktu sampai enam bulan.

“Kalau izin operasionalnya memang belum keluar, karena memakan waktu sampai enam bulan. Tapi, semoga cepat selesai,” katanya.

Pasien Covid-19

Dirut RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru, Cipta Waspada. Foto: apahabar.com/Masduki.

Dikatakannya lebih jauh, sembari izin berproses, pembakaran limbah Covid-19 telah mendapatkan dispensasi pihak kementerian, serta diperkuat edaran Gubernur Kalimantan Selatan.

“Nah, mengacu itu, kami berani melakukan pembakaran limbah pasien Covid-19 dari RSUD Pangeran Jaya Sumitra, dan limbah dari berbagai insntasi di Kotabaru yang menjalin kerjasama,” ujarnya mengakhiri.

Sebagai informasi, alat pembakaran limbah tersebut lokasinya berada di kawasan RSUD Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru. Sementara, pembakaran limbah Covid-19 sampai ratusan ton perharinya.

RSUD Pangeran Jaya Sumitra mengadakan insenerator senilai Rp48 miliar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jauh dari Aluh-ALuh, Sulaiman Kaget Disdukcapil Banjar Tutup
apahabar.com

Kalsel

Pameran Artefak Rasulullah dan Sahabat di Martapura Resmi Dibuka
apahabar.com

Kalsel

Rp 48 Miliar untuk Pilkada Banjarmasin, Simak Rinciannya
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga ‘Gagal’ Peroleh Form A5, KPU Kalsel: Sudah Terlambat
apahabar.com

Kalsel

Covid-19, Warga Batulicin Diingatkan Jangan Latah di Medsos
apahabar.com

Kalsel

Hantu Api dan Mitos dalam Kebudayaan Banjar
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Cuaca Ekstrem di 4 Wilayah Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

PWI Kalsel Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com