Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Minta Kampus Ubah Kurikulum Agama, PBNU: Jangan Hanya Ajarkan Aqidah dan Syariah

- Apahabar.com Selasa, 30 Maret 2021 - 23:01 WIB

Minta Kampus Ubah Kurikulum Agama, PBNU: Jangan Hanya Ajarkan Aqidah dan Syariah

Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj. Foto-Suaraislam.co

apahabar.com, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta perguruan tinggi mengubah kurikulum mata kuliah pendidikan agama di lingkungan kampus.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menilai perlu ada perubahan demi menangkal penyebaran paham radikal.

“Menurut saya, pelajaran agama 14 kali pertemuan jangan semua diisi oleh aqidah dan syariah. Agama itu ada tiga, aqidah, syariah, ahlak,” kata Said dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (30/3).

Menurut Said, pelajaran agama mengenai aqidah dan syariah cukup diberikan dalam empat pertemuan. Materi pengajaran aqidah dan syariah sendiri mencakup materi tentang rukum iman dan rukun islam.

Ia menyatakan dosen agama dalam pelajaran aqidah cukup memperkenalkan bahwa umat Islam harus mempercayai enam rukun iman. Sementara untuk pelajaran syariah, dosen hanya perlu mengajarkan bahwa umat Islam harus mengetahui dan mengamalkan rukun Islam.

Setelah itu diperbanyak materi tentang akhlakul karimah. Menurut Said, itu penting demi karakter mahasiswa tentang adab yang baik.

“Sudah itu, sudah rukun iman dan Islam, empat kali pertemuan, 10 pertemuan itu akhlakul karimah. Hormat orang tua, silaturahim, tolong menolong, membantu orang lagi susah, hormati tamu, hormati tetangga, nengok orang sakit, nengok orang lagi kematian,” jelas Said.

“Mendoakan satu sama lain, tidak boleh hasut, tidak boleh sombong, dengki, adu domba, hoaks. Itu Quran, ajaran Islam, ajaran Muhammad. Di Al Quran seabrek-abrek ayat itu, di hadis seabrek-seabrek,” kata dia menambahkan.

Menurutnya, jika pendidikan agama di fakultas-fakultas umum hanya meliputi masalah aqidah dan syariah, maka itu berpotensi menimbulkan radikalisme.

“Di fakultas umum cukup hanya mengenal, mengajak meyakini itu, kemudian yang ditekankan adalah ahlakul karimah. Menghindari radikalisme yang tumbuh di perguruan tinggi jurusan yang bukan jurusan agama, jurusan IPA terutama,” tegas Said.

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Teror Penolak Revisi UU, dan Seruan Gerakan Penguatan KPK dari Kalsel
apahabar.com

Nasional

Nadiem: 2020 UN Masih Diselenggarakan
Update Covid-19 di Indonesia: 330 Kasus Baru, 3.842 Positif, 286 Sembuh

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 330 Kasus Baru, 3.842 Positif, 286 Sembuh
apahabar.com

Nasional

BNN Sebar Intelijen Pantau Pengguna Narkoba Malam Tahun Baru
sriwijaya jatuh

Nasional

Diduga Korban Sriwijaya Jatuh, Bos Soto Banjar sedang Hamil 5 Bulan
apahabar.com

Nasional

Hari Ini, Jokowi Bakal Resmikan Proyek ‘Tol Langit’
apahabar.com

Nasional

Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Tinggal 12,7 Persen
apahabar.com

Nasional

Jokowi Hitung Mundur Jalan Sehat: Lima, Empat, Tiga, Satu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com