Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1442 H di Masa Pandemi

- Apahabar.com Selasa, 30 Maret 2021 - 07:34 WIB

Muhammadiyah Keluarkan Tuntunan Pelaksanaan Ibadah Ramadan 1442 H di Masa Pandemi

Ilustrasi ibadah Ramadan di masa pandemi. Foto-Antara/Yulius Satria Wijaya via CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – PP Muhammadiyah resmi mengeluarkan Tuntunan Ibadah Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 dalam kondisi darurat Covid-19 sesuai Fatwa Majelis Tarjih dan Tadjid.

Melangsir Okezone.com, tuntunan itu dikeluarkan melalui surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 03/EDR/I.0/E/2021 dan ditandatangani Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mohammad Mas’udi, mengatakan tuntunan itu hendaknya dapat dilaksanakan dan dapat menjadi panduan bagi umat Islam pada umumnya dan warga Muhammadiyah pada khususnya.

Khusus bagi warga Muhammadiyah dengan seluruh institusi yang berada di lingkungan persyarikatan dari pusat sampai ranting, hendaknya memedomani tuntunan ini sebagai wujud mengikuti garis kebijakan organisasi untuk berada dalam satu barisan yang kokoh.

“Tuntunan ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi penyebaran Covid-19 yang tidak merata atau memiliki tingkat kedaruratan yang berbeda antara daerah satu dengan daerah lain,” ujarnya sebagaimana tertulis dalam edaran tersebut, Selasa (30/3/2021).

Menurutnya, puasa Ramadan wajib dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik.

Orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, baik yang bergejala maupun tidak bergejala atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) termasuk dalam kelompok orang yang sakit ini.

“Mereka mendapat rukhsah meninggalkan puasa Ramadan dan wajib menggantinya setelah Ramadan sesuai dengan tuntunan syariat. Ini sesuai dengan Alquran surah al-Baqarah [2] ayat 185,” tuturnya.

Adapun untuk menjaga kekebalan tubuh dan dalam rangka berhati-hati guna menjaga agar tidak tertular, tenaga kesehatan yang sedang bertugas menangani kasus Covid-19, bilamana dipandang perlu, dapat meninggalkan puasa Ramadan dengan ketentuan menggantinya setelah Ramadan sesuai dengan tuntunan syariat sebagaimana dipahami dari firman Allah dan hadis Nabi Muhammad SAW sesuai Alquran surah an-Nisā’ (4): 71, surah al-Baqarah [2] ayat 195].

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Pelajaran Berharga Dari Sang Wali Allah Habib Basirih
apahabar.com

Habar

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang
apahabar.com

Hikmah

Belas Kasih Sayidina Ali KW Saat Perang
apahabar.com

Religi

Dua Bulan Jelang Haul Sekumpul, Dua Penginapan di Martapura Ludes Dipesan
apahabar.com

Habar

Peringati Malam Tahun Baru Islam, Pengelola Masjid Agung Barabai Tak Sebar undangan
apahabar.com

Religi

Kisah Sumur Zamzam yang Tak Pernah Kering Sepanjang Zaman
apahabar.com

Habar

Cerita KH. Herman Hasyim, Sulitnya Nyantri di Zaman Penjajahan
apahabar.com

Habar

PCNU Kabupaten Banjar Bentuk “Gerakan Sedekah Tolak Bala”, Ketua: Demi Kemanfaatan Bersama
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com