Kabar Duka, Satu Lagi Perawat di Banjarmasin Gugur karena Covid-19 Update Banjir Bandang NTT: Meninggal 177 Orang, 45 Masih Hilang Persiapan Terbatas, Pereli Binuang H Rihan Variza Naik Podium Kejurnas Sprint Rally Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Pegawainya Mencuri, Pangeran Khairul Saleh Minta KPK Evaluasi Diri

Patut Dicontoh, Enam Dosen Ini Rela Luangkan Waktu Mengajar di Sekolah Tertinggal

- Apahabar.com Minggu, 7 Maret 2021 - 00:10 WIB

Patut Dicontoh, Enam Dosen Ini Rela Luangkan Waktu Mengajar di Sekolah Tertinggal

apahabar.com, BANJARMASIN – Enam orang dosen Fakultas Teknologi Informatika (FTI) Universitas Islam Kalimantan Selatan (UNISKA) patut dicontoh.

Mereka sengaja meluangkan waktu dan mengajar di sekolah tertinggal demi membawa salah satu misi Tri Darma, pengabdian masyarakat.

Kali ini, mereka memilih sekolah Madrasah Aliyah Ar Rahmah, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Salah seorang dosen bernama Mayang Sari mengatakan, sengaja memilih sekolah itu karena melihat minat anak kelas 12 untuk menyambung sekolah ke perguruan tinggi sangat minim, alasannya faktor ekonomi.

“Jadi banyak siswa yang tidak kuliah tapi memilih untuk bekerja,” terang Mayang.

Melihat kasus ini, Mayang dan lima rekan dosen lainnya merasa terpanggil. Sebagai tenaga pendidik ia terpanggil, dan berupaya memberikan peluang lebih para siswa dengan pengetahuan komputer.

“Kami juga mengharapkan, para siswa bisa kuliah dengan beasiswa yang ditawarkan di Universitas Islam Kalimantan,” sambungnya.

Meski berdekatan dengan Banjarmasin, sekolah swasta itu belum terjangkau dengan teknologi informasi. Hal itu dikarenakan tidak adanya dukungan peralatan yang memadai di sekolah dan tenaga pengajar.

Selain itu, mayang dan rekan-rekannya: Zaenuddin, Dian Agustini, Fitrah Yuridka, Muthia Farida, dan M Edya Rosadi menyelingi kegiatan dengan mengenalkan dan memberi pemahaman penggunaan komputer.

Dia pun mengharapkan pemerintah lebih membuka mata terhadap sekolah-sekolah swasta dengan mendukung fasilitas teknologi informasi.

Harapannya, mesti sekolah masuk kategori 3 T, siswa yang belajar tetap bisa mengenal manfaat teknologi.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru
Bromo

Kalsel

Imbas Cuaca, Progres Pembangunan Jembatan Pulau Bromo Terhambat
apahabar.com

Kalsel

Penutupan Lokalisasi Merong Ditunda, PSK Siap Dipulangkan
apahabar.com

Kalsel

3 Hari Tak Ada Kabar, Staf Lion Air di Bandara Syamsudin Noor Ditemukan Membusuk
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Masih Terkendala Lahan

Kalsel

Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Kopi Liberka Bisa Tumbuh di Sawah

Kalsel

Waspada! Banjir Masih Hantui Kota Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com