Program Ramadan YN’S Center Berlanjut, Panitia Undang Peserta Tadarus dari Kabupaten Banjar Kabar Duka, Politisi Senior PKB Kalteng HM Asera Tutup Usia Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai Wakil Ketua DPRD HST Kecelakaan di Angkinang, Mobil Ringsek Parah!

Pedangdut Cita Citata Terseret Fee Dana Bansos Rp150 Juta

- Apahabar.com Selasa, 9 Maret 2021 - 08:41 WIB

Pedangdut Cita Citata Terseret Fee Dana Bansos Rp150 Juta

Pedangdut Cita Citata. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pedangdut Cita Citata diduga turut menerima uang senilai Rp 150 juta dari hasil fee pengadaan bansos Covid-19.

Hal itu diungkapkan Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemensos, Matheus Joko Santoso saat menjadi saksi untuk dua orang terdakwa, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja dalam perkara suap terkait penunjukan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19 di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Awalnya, jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) milik Joko terkait aliran uang senilai Rp 16,7 miliar yang diduga mengalir ke berbagai pihak. Kepada Jaksa, Joko mengakui aliran uang itu digunakan untuk berbagai kegiatan, salah satunya di Labuan Bajo.

“Pembayaran artis, untuk kegiatan rapat Labuan Bajo Rp 150 juta,” ujar Jaksa Muhammad Nur Azis saat membacakan BAP milik Joko, kutip Republika.

Jaksa lalu mencecar, mengapa pembayaran tersebut diambil dari fee pengadaan bansos. Kepada Jaksa, Joko mengaku hanya menjalankan perintah. “Kenapa ambil dari fee?,” cecar Jaksa.

“Tidak tahu, hanya jalankan perintah,” ujar Joko. “Artisnya siapa?,” cecar Jaksa lagi.

“Informasinya Cita Citata, saya tidak hadir,” ujar Joko.

Dalam perkara ini Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp 1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako Covid-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Sedangkan Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai Rp 1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako. Yakni tahap-tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115 ribu paket.

Atas perbuatannya, Harry dan Ardian dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Melenggang ke Senayan, Mulan ‘Diserang’  
apahabar.com

Nasional

Gelombang Tinggi, Pelayaran Speedboat Ternate-Jailolo Malut Ditutup
apahabar.com

Nasional

Wacana Pajak Pesepeda, Kemenhub Blak-blakan

Borneo

Peserta BSAF Bali Terpukau, Majalengka Iri
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi dan Iriana Negatif Corona

Nasional

Jokowi: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Reformasi Sistem Kesehatan Nasional
Pangeran Khairul Saleh

Nasional

Soroti Kasus Penyiraman Novel Baswedan, Pangeran: Hukum Jangan Tumpul ke Atas
apahabar.com

Nasional

Pecinta Lingkungan Ajak Perusahaan Besar Hijaukan Hutan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com