Fix, Presiden Jokowi Akan Resmikan Bendungan Tapin Resmikan Bendungan Tapin, Jokowi Bertolak ke Kalsel 5 RS Ngutang Darah Miliaran Rupiah ke PMI, DPRD Banjarmasin Turung Tangan Pembunuhan di Balikpapan, “Hukum Mati Praka MAM” Menggema di Rumah Duka Antisipasi Teror Bom, PLN Kalselteng Gandeng Polda Gelar Simulasi

Pelajar di Banjarmasin Langgar Prokes, Anggota Dewan Soroti Kinerja Pengawas

- Apahabar.com Senin, 29 Maret 2021 - 16:10 WIB

Pelajar di Banjarmasin Langgar Prokes, Anggota Dewan Soroti Kinerja Pengawas

Para pelajar di Banjarmasin tidak menerapkan prokes dengan ketat saat pembelajaran tatap muka, Senin (29/3). Foto-apahabar.com/Baha Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menyoroti longgarnya penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam pembelajaran tatap muka yang digelar pada Senin (29/3).

Sebagian pelajar diketahui tidak menerapkan prokes dengan baik. Mereka tidak menjaga jarak, bahkan justru membuat kerumunan.

Pelajar juga menggunakan masker dengan cara yang tidak tepat. Bukannya menutup hidung dan mulut, masker hanya menjadi hiasan dagu. Pemandangan ini terlihat di satuan pendidikan di kawasan Mulawarman, Banjarmasin Tengah.

Mengetahui hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Noorlatifah, merasa kecewa. Ia pun mempertanyakan tugas dan fungsi pengawas dari lembaga pendidikan.

“Bahkan ini sering kita sampaikan kepada sekolah, jangan sampai pengawasan ini lemah karena Prokes hal wajib,” ujarnya.

Lala, sapaan akrabnya, menegaskan pihak sekolah harus mengawasi siswa secara ketat, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah, kata dia, mestinya bisa mengantisipasi adanya kerumunan saat siswa melakukan aktivitas mencuci tangan sebelum masuk kelas.

“Ini hanya satu. Belum lagi saat dia pulang,” katanya.

Kepada Dinas Pendidikan Banjarmasin, dia memberikan saran agar prokes tetap bisa diterapkan saat pembelajaran tatap muka berlangsung.

Misalnya, lanjut dia, ketika siswa sedang menunggu jemputan dari orang tua, mereka dilarang keluar dari kelas.

Kemudian, orang tua yang menjemput anaknya harus lapor kepada pengawas sekolah. Dari situ, pengawas akan memanggil si anak bahwa orang tuanya sudah menjemput.

Dia menilai cara itu akan membuat penerapan prokes dalam pembelajaran tatap muka akan lebih tertib.

Kabid SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Sahnan, mengakui adanya kerumunan yang terjadi saat siswa pulang sekolah.

Namun dia masih menganggap pelanggaran prokes tersebut masih wajar.

“Saya kira kebetulan, karena semua bersamaan saja. Kelihatan dari jauh kerumunan, tapi mungkin mereka tetap jaga jarak,” ujarnya.

Sebelumnya, dia telah mewanti wanti sekolah dan tenaga pengajar untuk memperketat pengawasan. Instruksi ini dikhususkan kepada sekolah yang berada di kawasan Mulawarman.

Di lokasi tersebut terdapat beberapa satuan pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.

“Mungkin bisa di-setting pulangnya atau bagaimana caranya supaya mereka tidak berkerumun,” katanya.

Sahnan menambahkan pihaknya sudah menyerahkan pengawasan prokes kepada pihak sekolah. Dia menyarankan agar Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 tingkat sekolah bisa dibentuk.

“Sehingga diseluruh guru di sekolah itu mewajibkan atau terlibat sebagai pengawas,” ucapnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BBPOM Awasi Penarikan Produk Ranitidin di Banjarmasin
Vaksin

Kalsel

Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Penyelamat Bekantan Asal Banua Raih Penghargaan Internasional
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haji Pulang, Menag: Jaga Kemabruran
apahabar.com

Kalsel

Warga Binaan LPKA Kelas I Martapura Sambut Ceria Tim Pusling Dispersip
apahabar.com

Kalsel

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Legislator Kalsel: Tol di Jawa Sudah Tumpang Tindih
apahabar.com

Kalsel

Masjid Darul Aqram Teluk Kemuning Resmi Dibangun
apahabar.com

Kalsel

Terkendala Pemasaran, Miniatur Perahu Dari Batola Tersendat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com