Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Pemerintah RI Sudah Keluarkan Rp3,6 T Untuk Impor Vaksin Covid-19

- Apahabar.com Kamis, 4 Maret 2021 - 21:36 WIB

Pemerintah RI Sudah Keluarkan Rp3,6 T Untuk Impor Vaksin Covid-19

Sri Mulyani sudah menggelontorkan anggaran Rp3,6 triliun untuk mengimpor 30 juta dosis vaksin corona. Ilustrasi. Foto-Rusman-Biro Pers

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah RI telah mengucurkan dana Rp3,67 triliun untuk mengimpor vaksin corona. Total impor vaksin yang berhasil didatangkan dengan anggaran itu mencapai 30,5 juta dosis.

Pemerintah juga sudah mengeluarkan Rp642,18 miliar untuk pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) vaksin Covid-19. Dana tersebut, kata dia, digelontorkan pada periode 8 Desember 2020 sampai 3 Februari 2021.

“Dengan semakin banyak impor vaksin ini akan meningkat fasilitas bea masuknya,” ujarnya dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (4/3).

Selain pembebasan bea masuk dan pajak impor vaksin covid-19, pemerintah juga menggratiskan bea masuk dan pajak impor alat kesehatan. Bendahara negara menuturkan total dana yang sudah dikeluarkan untuk fasilitas itu mencapai Rp2,89 triliun sepanjang 2020 lalu.

“Total fasilitas yang kami berikan untuk impor alkes mencapai Rp2,89 triliun yang dinikmati oleh 1.814 entitas atau perusahaan maupun pemerintah pusat, daerah, dan yayasan,” ujarnya.

Dari total penerima tersebut, mayoritas setara 63,8 persen adalah sektor swasta. Sementara itu, total nilai impor alkes mencapai Rp12,25 triliun. Impor tersebut terdiri dari 428 juta masker, 20 juta alat rapid tes, 17,8 juta alat tes swab, 13 juta unit APD, 13 juta alat tes PCR, dan 8 juta virus transfer media.

Selain itu, Indonesia juga mengimpor 44 ribu set ventilator, US$43 juta obat-obatan, 3 juta unit hand sanitizer,1,1 juta unit alat suntik untuk vaksinasi covid-19, 1,1 juta termometer, dan alkes lainnya.

Dia berharap produk alkes tersebut bisa diproduksi dalam negeri.

“Jadi, insentif ini hanya diberikan pada saat awal-awal dimana Indonesia belum mampu produksi dan waktu itu jumlah stok tidak memadai. Dalam hal ini kita masih banyak sekali impor, kami berharap sebetulnya dengan covid ini produksi dalam negeri bisa ditingkatkan,” tuturnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Wapres: Kepulangan Anak WNI Eks ISIS Masih Dipertimbangkan
apahabar.com

Nasional

Daftar Diskon dan Promo Ponsel Harbolnas 2018
Ridwan Kamil

Nasional

Safari Tarawih, Kang Emil: Prokes Jalan, Musafir di Jabar Terbantukan
apahabar.com

Nasional

Duka Musim Dingin, ACT Kalsel Serukan Kepedulian untuk Palestina
apahabar.com

Nasional

“Seandainya Semua Orang Paham Kesetaraan Gender”
apahabar.com

Nasional

Lewat Peran Baru, Aktor Bio One Ingin Ubah Imej
apahabar.com

Nasional

Kasus Ekspor Benur, KPK Periksa Saksi Terkait Uang Rp52,3 M
BPPTKG

Nasional

BPPTKG Catat Gunung Merapi Alami 43 Kali Gempa Guguran
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com