Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Pertumbuhan Kredit UMKM Sektor Pertanian Tumbuh Positif Saat Pandemi

- Apahabar.com Jumat, 19 Maret 2021 - 20:17 WIB

Pertumbuhan Kredit UMKM Sektor Pertanian Tumbuh Positif Saat Pandemi

Ilustrasi UMKM. Foto-Tirto

apahabar.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit UMKM di sektor pertanian tumbuh positif 16,7 persen pada Desember 2020.

“Dari enam sektor utama UMKM ini bahwa sektor yang positif adalah pertanian. Ini sebuah kabar gembira bahwa pada Desember 2020, pertumbuhan kredit pertanian sebesar 16,7 persen,” ujar Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Yunita Resmi Sari dalam seminar daring di Jakarta, dilansir dari Antara, Jumat (19/03).

Selain itu, kata Yunita, kredit UMKM di sektor industri pengolahan masih tercatat tumbuh positif pada Desember 2020 yakni 1,5 persen.

Sedangkan kredit UMKM lainnya yang tumbuh positif yakni sektor jasa kemasyarakatan sebesar 2 persen pada Desember tahun lalu.

“Sementara sektor yang lainnya masih tumbuh negatif, jadi ini bukan sama sekali tidak ada pergerakan pada sektor UMKM bahkan dari perbankan masih terus memberikan kreditnya,” ujar Yunita.

Dia menyampaikan terkait perkembangan kredit UMKM memang tidak bisa dipungkiri Covid-19 memberikan pukulan cukup berat terhadap UMKM, dan ini berdampak terhadap kreditnya yang mengalami kontraksi.

“Di bulan Desember 2020 tercatat -1,8 persen, namun Alhamdulillah pada Januari 2021 kami melihat sudah semakin membaik kondisinya,” katanya.

Dari pangsa kredit, BI melihat bahwa terkait kredit UMKM itu sudah cukup tinggi alokasinya oleh perbankan yakni 19,7 persen dengan kualitas kredit yang masih tetap terjaga 3,95 persen pada Desember 2020.

“Bila kita melihat jumlah rekeningnya, maka jumlah rekening penerima kredit ini sebagian besar masih didominasi oleh kelompok usaha mikro. Hal ini merupakan suatu harapan juga bahwa usaha mikro tersebut telah semakin banyak masuk ke dalam perbankan,” kata Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI tersebut.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Baru 2 Warga Ajukan Pencantuman Penghayat Kepercayaan di E-KTP

Nasional

Kapolri Tunjukan Senjata Api untuk Aksi 22 Mei
apahabar.com

Nasional

Tujuh Perusahaan Swasta yang Kelola Lahan Negara di Penajam
apahabar.com

Nasional

Sembilan Korban Meninggal Akibat Banjir di Sulsel
apahabar.com

Nasional

Iduladha Jatuh pada 11 Agustus 2019
apahabar.com

Nasional

TNI-Polri Siap Amankan HUT OPM di Sentani Papua
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bidik Puncak Bukit Sepaku Jadi Lokasi Istana yang Baru
apahabar.com

Nasional

2 Alat Deteksi Covid-19 Karya Indonesia Meluncur Desember 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com