Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya

Presiden Jokowi: Perangi Terorisme dan Radikalisme

- Apahabar.com Minggu, 28 Maret 2021 - 17:17 WIB

Presiden Jokowi: Perangi Terorisme dan Radikalisme

Presiden Joko Widodo. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk memerangi aksi-aksi terorisme dan radikalisme.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi setelah terjadinya aksi teror bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3) pagi.

Dalam keterangan pers yang disiarkan Sekretariat Presiden, Presiden Jokowi mengatakan, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebhinekaan.

Aksi terorisme dan radikalisme sangat bertentangan dengan nilai agama dan nilai luhur yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia.

“Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme, memerangi radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung nilai-nilai kebhinekaan,” ujar Presiden Jokowi menyikapi aksi terorisme di Makassar, seperti dilansir dari Antara.

Presiden Jokowi mendoakan agar seluruh korban yang mengalami luka karena aksi terorisme, segera diberikan kesembuhan. Pemerintah, kata Presiden, akan menjamin seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban.

Kepala Negara juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

“Seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan terorisme semacam ini, dan saya minta masyarakat agar tetap tenang menjalankan ibadah, karena negara menjamin keamanan umat beragama untuk beribadah tanpa rasa takut,” kata Presiden Jokowi.

Pada Minggu ini, bom meledak di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Minggu pagi. Tidak lama setelah kejadian, kepolisian mengerahkan anggota ke lokasi dan melakukan penyisiran di lokasi ledakan.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam kepada wartawan di lokasi kejadian, menyampaikan aksi itu diduga merupakan bom bunuh diri dan temuan awal kepolisian menunjukkan ada 1 korban jiwa serta 9 korban luka-luka akibat ledakan bom.

“Data awal yang kami sampaikan satu korban dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri, sementara dari unsur masyarakat ada lima petugas gereja dan empat jemaat yang saat ini sedang dalam perawatan, kemudian kami bersama-sama dengan Densus 88 sedang melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara, Red]. Itu sementara data awal yang dapat saya sampaikan,” kata Merdisyam saat meninjau lokasi ledakan sebagaimana disiarkan oleh beberapa televisi nasional, Minggu.

Namun kemudian ada penambahan korban luka-luka, sehingga jumlahnya mencapai 14 orang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Oknum Polri Peras Kepala Daerah, Jokowi: Laporkan!
apahabar.com

Nasional

Gempa M 5,9 Guncang Pangandaran, Rumah Warga di Ciamis Rusak
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah Covid-19

Nasional

Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Tolak Jenazah Covid-19
Sriwijaya Air Sj-182

Nasional

7 Lagi Korban Sriwijaya Air SJ-182 Teridentifikasi

Nasional

Aksinya Nyanyi Sambut Habib Rizieq Viral, Serka BDS Ditahan Polisi Militer TNI AU
Genangan di Rusia

Nasional

25 Tahun Tak Diperbaiki Pemerintah, Genangan di Rusia Ini Punya Akun Instagram Sendiri
apahabar.com

Nasional

Korban Tewas Sempat Sapa Pelaku Teror:’Hello, Brother’
apahabar.com

Nasional

Beda Pandangan Soal Teriakan ‘Jokowi Wae’ Saat Prabowo di Surabaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com