Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Rakerda BKKBN Kalsel, Komitmen Penguatan Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting

- Apahabar.com Kamis, 25 Maret 2021 - 20:51 WIB

Rakerda BKKBN Kalsel, Komitmen Penguatan Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting

Rapat Kerja Daerah BKKBN Kalsel. Foto-Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) Kalimantan Selatan menggelar rapat kerja daerah (Rakerda) 2021, Rabu (24/3) kemarin.

Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana) hingga penurunan angka stunting menjadi sorotan utama dalam pembahasan kali ini.

“Program Bangga Kencana menjadi kunci sukses untuk kemajuan pemerintah daerah. BKKBN Pusat membantu dan mendukung rakerda ini untuk kepentingan rakyat Kalsel,” kata Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, secara virtual.

Instruksi presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka stunting juga menjadi perhatian besarnya. Pravelensi stunting pada anak dari 26,67 persen diharapkan turun sampai angka 14 persen pada 2024. Hasto berharap, Kalsel juga dapat mencapai target tersebut.

“Rakerda ini sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional, terutama program Bangga Kencana. Intinya bagaimana kita menyatukan visi misi antara pemerintah pusat dan daerah agar sejalan,” ucap Kepala Biro Keuangan dan Pengolahan Barang Milik Negara BKKBN RI, Ahmad Taufik, kepada apahabar.com di Kantor BKKBN Kalsel.

Sementara menurut Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ramlan, permasalahan utama yang terjadi saat ini adalah rendahnya pemakaian Alat kontrasepsi jangka panjang (MKJP) serta tingginya pernikahan usia anak.

Melalui rakerda 2021 ini, menjadi komitmen bersama untuk memperkuat program Bangga Kencana.

“Bagaimana meningkatkan KB MKJP itu. Langkah-langkah yang sudah dilakukan antara lain ‘Haragu Banua’. Di mana, setiap kabupaten/kota memelihara daerahnya agar menjaga dan meningkatkan kualitas penduduk,” kata Ramlan menambahkan.

Untuk memenuhi target yang dimaksud, BKKBN Kalsel katanya, perlu dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah. Dalam hal ini, Dinas Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kalsel telah menggagas strategi pencegahan perkawinan anak usia dini.

“Upaya kami untuk emmastikan arah kebijakan program Bangga Kencana dan penurunan stunting. Makanya diperlukan peran aktif stakeholder dan rekan kerja untuk mendukung hal ini,” paparnya

 

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pascabanjir

Pemprov Kalsel

Pascabanjir, Sektor Peternakan Kalsel Rugi Miliaran
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kepada OJK, Disbunak Kalsel Beber Langkah Lindungi PUPP di Tengah Pandemi
Kalsel

Pemprov Kalsel

Pj Gubernur Safrizal ZA: Pemprov Siap Kawal PSU Pilgub Kalsel
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Jika Kalsel Terjangkit Corona, Ini yang Bakal Dilakukan Dinkes
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Tingkatkan Prestasi Atlet, Dispora Kalsel Gelar Pelatihan Manajemen Keolahragaan
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Dengar LKPj Paman Birin, Dewan Ingatkan Soal Orang Miskin Baru Pasca Covid-19
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Wamen LHK Resmikan Market Tahura Sultan Adam
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Optimalisasi Sektor Perikanan Dinilai Mampu Dongkrak Perekonomian Banua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com