Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Resmi! Kejari Tala Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pengembangan RSUD Hadji Boejasin

- Apahabar.com Jumat, 19 Maret 2021 - 00:18 WIB

Resmi! Kejari Tala Tahan 3 Tersangka Dugaan Korupsi Pengembangan RSUD Hadji Boejasin

Kejaksaan Negeri Tanah Laut, resmi menahan 3 tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengembangan RSUD Hadji Boejasin. Foto: Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanah laut (Tala), resmi menahan 3 tersangka kasus dugaan korupsi pengembangan RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kamis (18/3) malam.

Penahanan tersebut, setelah kasus tersebut dilimpahkan oleh tim jaksa penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel kepada jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Tala.

Tiga orang tersebut, pertama seorang pria berinisial EW yang merupakan mantan direktur RSUD Hadji Boejasin Pelaihari periode 2014-2018.

Selanjutnya perempuan berinisal AS yang juga mantan Kasubag Keuangan periode 2012-2015. Kemudian perempuan berinisial P mantan Kasubag Keuangan periode 2015-2018.

Sekitar pukul 19.20 Wita, ketiganya dibawa ke Rumah Tahanan Kelas IIB Pelaihari untuk dilakukan penahanan. Namun sebelumnya, mereka menjalani swab test

Tiga tersangka didampingi penasihat hukum selama menjalani pemeriksaan oleh JPU Kejari Tala.

Serah terima tanggung jawab tersangka dan barang bukti tahap dua (tiga berkas) tersebut berlangsung lancar sejak sekitar pukul 13.00 Wita.

Kajari Tanah Laut, Ramadani, kepada awak media di aula setempat, Kamis malam, mengatakan tersangka pihaknya tahan selama 20 hari terhitung sejak 18 Maret 2021 hingga 6 April 2021,

Penahanan dilakukan dengan pertimbangan menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana tersebut.

Ramadani menerangkan dugaan korupsi yang dilakukan tersangka, yakni terkait dana pengembangan RSUD Hadji Boejasin yang belum terdapat adanya pertanggungjawaban sebesar Rp 2.166.039.000.

“Kepada tersangka diganjar dakwaan pasal berlapis,” katanya.

Di mana perbuatan itu, jelas Ramadani, dilakukan EW selaku direktur RSUD Hadji Boejasin bersama-sama tersangka AS dan P sebagai Kasubbag Keuangan.

Kerugian negara ditemukan dari hasil audit BPK RI perwakilan Kalsel pada 20 Mei 2019 dan laporan audit Inspektorat Tala pada 17 Februari 2021.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terima Ratusan Aduan, Ombudsman Kalsel: Didominasi Sengketa Agraria
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Gram Sabu dan Ratusan Butir Ineks Dibakar
apahabar.com

Kalsel

Edukasi Warga, Polsek Pelaihari Ingin Sapu Bersih Pungli di Wilayah Hukumnya
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, Hasil Seleksi CPNS Banjarbaru Dapat Dilihat Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Pemkab HSS Hibahkan Bangunan Sekolah untuk Pesantren
apahabar.com

Kalsel

Sebagian Kelompok Nelayan Tanbu Tak Bisa Terima Bantuan, Ternyata Ini Penyebabnya
Nenek

Kalsel

Daging Bersarang di Antara Bibir dan Hidung, Nenek Hajah Butuh Biaya Operasi
apahabar.com

Borneo

Jasad Mr X di Sungai Tabuk, Sekujur Tubuh Ditemukan Bercak Darah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com