Nunggu Sahur, 3 Warga HST Kedapatan Polisi Main Dadu di Belakang SD Program Ramadan YN’S Center Berlanjut, Panitia Undang Peserta Tadarus dari Kabupaten Banjar Kabar Duka, Politisi Senior PKB Kalteng HM Asera Tutup Usia Keren! Al-Mazaya Islamic School Tetap Berprestasi di Tengah Pandemi Covid-19 POPULER SEPEKAN: Polisi Tewas Tenggelam di Sungai Martapura, hingga 2 Kasus Kriminalitas di Hulu Sungai

Respon Habib Banua Usai Jokowi Cabut Perpres Investasi Izin Miras

- Apahabar.com Rabu, 3 Maret 2021 - 18:42 WIB

Respon Habib Banua Usai Jokowi Cabut Perpres Investasi Izin Miras

Anggota DPD RI asal Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua. Foto: Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPD RI asal Kalsel, Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua, angkat bicara usai Presiden Joko Widodo mencabut Prepres investasi izin minuman keras (miras).

Habib Banua mengaku gembira atas pencabutan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 10 Tahun 2021 itu.

Menurutnya, Presiden Jokowi sudah mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki Indonesia secara bersama, saya harap orang-orang terdekat presiden betul-betul memberi masukan yang baik,” ujar Habib Banua kepada apahabar.com, Rabu (3/3/2021).

Habib Banua sapaan akrabnya mengatakan jangan hanya melihat dari prespektif ekonomi saja.

Namun ia melihat secara komprehensif segala permasalahan bangsa, sebagai simbol negara kesatuan Republik Indonesia (RI).

“Saya tidak ingin akibat kesalahan dalam pengambilan keputusan, Presiden malah terjebak dengan keputusan yang membuat suasana kebangsaan menjadi gaduh,” ucapnya.

Ia berharap kedepan Presiden Jokowi tetap fokus dalam memajukan Indonesia yang maju dan beradab.

Seperti diketahui, Jokowi mencabut Perpres izin investasi miras, kemarin.

Perpres itu yang tertuang dalam Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal yang diteken kepala negara pada 2 Februari 2021.

Jokowi membatalkan perpres tersebut setelah mendengar masukan dari beberapa kelompok masyarakat, seperti ulama, MUI, NU, dan organisasi masyarakat (ormas) lainnya.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama, MUI, NU, Muhammadiyah, dan organisasi masyarakat (ormas) serta tokoh-tokoh agama yang lain saya sampaikan lampiran perpres pembukaan investasi baru industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” ucap Jokowi dalam konferensi pers, Selasa (2/3).

Diketahui, sebelumnya ada perpres tersebut aturan soal investasi miras sempat oleh pemerintah. Namun dalam perpres terbaru pengusaha diizinkan untuk membuka usaha minuman keras.

Namun, ada dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor yang hendak menempatkan modalnya di sektor miras.

Pertama, penanaman modal baru dapat dilakukan di Provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan lokal setempat.

Kedua, penanaman modal di luar provinsi tersebut, maka harus mendapat ketetapan dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berdasarkan usulan gubernur.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kembalikan Berkas ke Golkar, PDIP Usung Dua Calon Pendamping Birin
apahabar.com

Kalsel

Dishub akan Derek Mobil yang Parkir Liar di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Bersama Paman Birin, Kapolda Kalsel Kunjungi Kampung Tangguh HSS
apahabar.com

Kalsel

Akses Jalan Menuju Rumah Sakit Boejasin Gelap, Warga Sering Salah Jalan
apahabar.com

Ekbis

Kepakkan Sayap, Hipmi Tanah Bumbu Mulai Susun Program Kerja
apahabar.com

Kalsel

PCNU Banjar: NU Netral, Anggotanya Silakan Berpolitik
apahabar.com

Kalsel

Rapid Tes Calon PPDP, KPUD Tabalong: 30 Orang Dinyatakan Reaktif
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan HUT Bhayangkara, Polres HST Gelar Pesta Rakyat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com