Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Respons Bawaslu Kalsel Akan Diperiksa DKPP Soal Dugaan Politisasi Sembako Covid-19

- Apahabar.com Rabu, 31 Maret 2021 - 20:25 WIB

Respons Bawaslu Kalsel Akan Diperiksa DKPP Soal Dugaan Politisasi Sembako Covid-19

Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – DKPP RI bakal menggelar sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) sejumlah petinggi Bawaslu Kalsel pada Kamis (1/4) sekitar pukul 12.00 WIB.

Perkara dengan nomor 83-PKE-DKPP/II/2021 tersebut diadukan Denny Indrayana melalui Muhamad Raziv Barokah.

Adapun pihak Teradu adalah Ketua Bawaslu Kalsel Erna Kasypiah bersama sejumlah komisioner.

Di antaranya Iwan Setiawan, Aries Mardiono, Azhar Ridhanie, dan Nur Kholis Majid.

Terbaru, Erna Kasypiah buka suara terkait sidang pemeriksaan dirinya bersama sejumlah petinggi Bawaslu Kalsel.

“Ya benar,” ucap Erna Kasypiah kepada apahabar.com, Rabu (31/3) sore.

Erna mengaku siap menghadapi sidang pemeriksaan dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu tersebut.

Bahkan, pihaknya telah menyediakan sejumlah jawaban tertulis sesuai permintaan DKPP.

“Insyaallah siap saja, jawaban kami pun sudah disampaikan ke DKPP,” pungkasnya singkat.

Sebelumnya, Teradu I sampai V didalilkan bertindak tidak profesional dan tidak berkepastian hukum dalam menindaklanjuti laporan nomor 03/PL/PG/Prov/22.00/XI/2020 terkait dugaan pelanggaran pemilihan yang dilakukan paslon nomor urut 1 H. Sahbirin Noor.

Dugaan pelanggaran yang dilaporkan terkait dugaan politisasi sembako Covid-19.

Pengadu juga mendalilkan terdapat kesalahan fatal kajian atas laporan nomor 03/PL/PG/Prov/22.00/XI/2020 yang dilakukan oleh Teradu I sampai V.

Menurut Pengadu, ada ketidaksesuaian antara hasil analisa dan kesimpulan dalam kajian tersebut. Serta hasil kajian tidak diserahkan kepada Pengadu.

Dalil aduan terakhir yakni Teradu tidak mengakomodir permintaan Pengadu untuk memberikan berita acara klarifikasi saksi-saksi Pengadu.

Plt. Sekretaris DKPP, Arif Ma’ruf mengatakan agenda sidang nanti mendengarkan keterangan Pengadu dan Teradu serta saksi atau Pihak Terkait.

“DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” ucap Arif melalui siaran tertulis yang diterima apahabar.com.

Ia menambahkan, sidang kode etik DKPP bersifat terbuka untuk umum.

“Sidang kode etik DKPP bersifat terbuka, artinya masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan atau melalui live streaming Facebook DKPP, @medsosdkpp dan akun Youtube DKPP,” tutupnya.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU, Rombongan Paslon Dibatasi 10 Orang
KPU Banjar

Politik

Kompak, Tim Paslon 02 dan 03 Mau Gugat KPU Banjar ke MK
apahabar.com

Politik

‘Pengobatan Gratis’ Sudian Noor yang Politis Disorot Pengamat
apahabar.com

Politik

Bunda Lanny Berjuang Untuk Perempuan Banua
apahabar.com

Politik

Debat Kandidat Pilwali Banjarmasin 2020: Ibnu Bantah Pertanyaan Paslon Nomor 01 dengan Beragam Prestasi
apahabar.com

Politik

Berkas Diterima KPU, Paslon Ibnu Sina-Ariffin Optimis Menangi Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Politik

Dekati Sejumlah Parpol, Pengusaha Wanita Asal Satui Ini Serius Maju di Pilkada Tanbu
apahabar.com

Politik

Diisukan Maju Pilkada Tanbu, Said Akhmad Mengaku Belum Siap
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com