Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Respons PWNU Kalsel Soal Keputusan Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

- Apahabar.com Selasa, 2 Maret 2021 - 17:33 WIB

Respons PWNU Kalsel Soal Keputusan Jokowi Cabut Perpres Investasi Miras

Ilustrasi miras. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) angkat bicara terkait keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut Perpres pembukaan investasi baru industri miras.

Mereka menilai keputusan Jokowi sangat tepat di tengah penolakan sejumlah elemen masyarakat di Tanah Air.

“Ini merupakan langkah tepat yang diambil Presiden Jokowi,” ucap Plt. Ketua PWNU Kalsel, Nasrullah AR kepada apahabar.com, Selasa (2/3) sore.

Di mana, kata dia, Presiden Jokowi telah mempertimbangkan segala usulan sekaligus penolakan dari sejumlah ormas Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Artinya Jokowi mengikuti aspirasi umat,” tegasnya.

Dia meyakini kebijakan ini bukan kehendak Jokowi. Melainkan segelintir orang dekat yang memberikan saran.

“Ini bisa menjerumuskan presiden dan bangsa Indonesia dengan investasi yang terlarang,” tandasnya.

Sebelumnya, PWNU Kalsel buka suara soal pemberian izin investasi miras pada sejumlah daerah di Indonesia.

“Pertama yang mengonsumsi, membeli, menjual dan membuat regulasi itu haram,” ucap Nasrullah AR kepada apahabar.com, Minggu (28/2) siang.

Dia menduga, ada pihak yang sengaja memberikan informasi ini kepada Presiden Jokowi sehingga regulasi tersebut disahkan.

“Padahal presiden adalah Islam sejati,” katanya.

“Ada pembisik presiden dari kalangan kapitalis yang hanya mementingkan investasi. Kalau melegalkan aturan itu, jelas hukumnya haram,” tutupnya.

Senada itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis menegaskan melegalkan investasi miras hukumnya haram.

“Termasuk yang melegalkan investasi miras itu sama dengan mendukung beredarnya miras maka hukumnya haram,” tegas Cholil dilansir Okezone.com, Minggu (28/2).

Cholil mengungkapkan, negara harus melarang beredarnya miras apalagi investasinya juga harus dilarang.

“Jika negara ini harus melarang beredarnya miras, maka apalagi investasinya juga harus dilarang,” cetusnya.

Bahkan, tegas Cholil, tidak ada alasan menjadikan melegalkan investasi serta peredaran miras dengan alasan budaya atau kearifan lokal setempat.

“Tak ada alasan karena kearifan lokal kemudian malah melegalkan dalam investasi miras,” pungkasnya.

Dengan sederet penolakan tersebut, Presiden Jokowi resmi mencabut lampiran perpres yang mengatur pembukaan investasi baru industri miras.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” ucap Jokowi dalam siaran pers virtual dilansir Detikcom, Selasa (2/3).

Jokowi mengungkapkan, alasannya mencabut lampiran perpres terkait investasi baru miras ini.

Jokowi mengaku, telah menerima masukan dari ulama dan ormas-ormas Islam.

“Setelah menerima masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” jelas Jokowi.

Seperti diketahui, aturan ‘Perpres Investasi Miras’ ini sebenarnya merupakan lampiran dari Perpres 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Perpres ini ditetapkan pada 2 Februari oleh Jokowi dan diundangkan pada tanggal yang sama oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

Aturan soal penanaman modal terkait minuman keras termuat dalam lampiran III Perpres soal daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu.

Berikut daftar bidang usaha soal minuman beralkohol beserta syaratnya:

  1. Bidang usaha: industri minuman keras mengandung alkohol

– Persyaratan:

  1. a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.
  2. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.
  3. Bidang usaha: industri minuman mengandung alkohol (anggur)

– Persyaratan:

  1. a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.
  2. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.
  3. Bidang usaha: industri minuman mengandung malt

– Persyaratan:

  1. a) Untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.
  2. b) Penanaman modal di luar huruf a, dapat ditetapkan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal berdasarkan usulan gubernur.
  3. Bidang usaha: perdagangan eceran minuman keras atau alkohol

– Persyaratan:

Jaringan distribusi dan tempatnya khusus.

  1. Bidang usaha: perdagangan eceran kaki lima minuman keras atau alkohol

– Persyaratan:

Jaringan distribusi dan tempatnya khusus.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ratusan Anak Hasil Perkawinan Campuran Miliki Kewarganegaraan Ganda Indonesia dan Tiongkok
apahabar.com

Nasional

Erick Thohir Tunjuk DarmawanPrasodjo Jabat Wadirut PLN?
apahabar.com

Nasional

Lanjutan Sidang Ratna Sarumpaet Hari Ini, 6 Saksi Akan Dihadirkan
Pesawat SJ 182

Nasional

Dugaan Minyak Pesawat SJ 182 Ditemukan, TNI AU: Selanjutnya Black Box!
apahabar.com

Nasional

Ratusan Warga Berduyun-duyun Siapkan Imlek di Kuta Bali
apahabar.com

Nasional

Amin Rais Duga Kebakaran Kejagung Dilakukan ‘Orang Dalam’, Berikut Jawaban Kejagung
apahabar.com

Nasional

Rumor Kim Jong Un Meninggal Dunia Mengemuka
apahabar.com

Nasional

Hari ini, Habib Rizieq Nikahkan Najwa Shihab di Petamburan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com