Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

#SaveMeratus di HST, Walhi Tanamkan Cinta Alam pada Anak Usia Dini

- Apahabar.com Minggu, 21 Maret 2021 - 20:46 WIB

#SaveMeratus di HST, Walhi Tanamkan Cinta Alam pada Anak Usia Dini

spanduk #savemeratus dibentangkan di Desa Alat Seberang Kecamatan Hantakan HST, salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang. Foto-Walhi Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI Dampak banjir bandang 13 Januari 2021 lalu menjadi catatan musibah terparah sepanjang sejarah di Hulu Sungai Tengah (HST).

Ribuan fasilitas umum, sarana dan prasarana hingga rumah warga terdampak. Ada yang rusak bahkan hilang disapu air bah. 10 orang dinyatakan meninggal dalam bencana alam tersebut.

Selain dari 3 kecamatan terparah (Hantakan, Batu Benawa dan Barabai) terkena dampak banjir bandang, banjir juga merendam beberapa desa di 7 dari 11 kecamatan di HST.

Walhi Kalsel menyebut, bencana alam tersebut merupakan bencana ekologis. Sebab selain tingginya curah hujan, turut berkontribusi dampak dari pembukaan lahan di HST.

Hal itu diperkuat dari citra satelit milik Dinas Lingkungan Hidup dan Pehubungan (DLHP) HST. Ada penurunan tutupan lahan sebanyak 23 persen selama 3 tahun terakhir.

Di 2018, tutupan lahan masih di angka 61 persen. Pada 2020, tutupan lahan di HST hanya tersisa 38 persen saja.

Penurunan itu diduga akibat pembukaan lahan yang tak terkendali. Bukan tambang, bukan juga sawit tetapi ilegal logging atau penebangan pohon liar dan galian C.

Kaitan-kaitannya ilegal logging dengan bencana alam itu semakin kuat. Pascabanjir, Wakil Bupati Priode 2016-2021 Berry Nahdian Forqan melakukan penjajakan.

Eks Direktur Walhi Nasional ini menemukan setumpuk kayu di Desa Papagaran, Kecamatan Hantakan pada 31 Januari 2021. Diduga hasil dari penebangan liar.

Sehari setelah itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai bersama Sat Reskrim Polres HST berhasil mengungkap satu bukti adanya illegal logging di desa itu. Ada 96 potong kayu diduga jenis Meranti berukuran 10 x 20 dengan panjang 4 meter.

Gaung #savemeratus tidak hanya penolakan terhadap pertambangan, tetapi lebih kepada penyelamatan lingkungan hidup dari kerusakan, terutama di Meratus.

Baru-baru tadi Walhi Kalsel memberikan pengetahuan dan pendidikan dini mengenai lingkungan hidup.

Walhi Kalsel menghadirkan anggota Walhi Nasional, Surachman Ponco dan seorang alumni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dari Fakultas Kedokteran Prodi Psikologi, Yuyun Yuliendanie.

Keduanya bersinergi memberikan pendidikan lingkungan hidup dan trauma healing.

Momen itu diambil dalam rangka memperingati Hari Hutan Sedunia 21 Maret dan Hari Air Sedunia 22 Maret.

Ratusan anak dari dua desa di Hantakan dan Batu Benawa ikut serta dalam kegiatan.

Direktur Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono menyebutkan, pendidikan tentang lingkungan hidup tidak serta merta langsung diberikan kepada anak. Pendidikan itu harus dibarengi dengan kegiatan menyenangkan.

“Maka dari itu kita juga menghadirkan psikolog untuk psychological first aid (pertolongan pertama psikologis-red) kepada anak-anak,” jelas Kisworo, Minggu (21/3).

Gayung bersambut, Ponco mengatakan, pendidikan lingkungan hidup dibutuhkan dan harus diberikan kepada anak sejak dini. Tujuannya agar mereka mengerti arti penting lingkungan hidup.

“Pendidikan lingkungan hidup tersebut dapat memberikan pengetahuan dasar pada anak untuk tidak merusak lingkungan hidup,” tegas Ponco.

Kedatangan rombongan Walhi ini tidak hanya memberikan edukasi penyelamatan lingkungan hidup dari kerusakan.

Mengingat banyaknya rumah hancur, Walhi Kalsel juga menyalurkan bantuan perlengkapan keagamaan. Seperti Al-quran, buku iqra, yasin, meja lipat, sajadah dan alat tulis.

Selain itu ada juga alat cuci tangan dan snack untuk anak-anak. Totalnya mencapai ratusan unit.

Walhi

Walhi memberikan pendidikan dini lingkungan hidup kepada anak korban banjir bandang di HST, Minggu (21/3). Foto-Walhi Kalsel for apahabar.com.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Bertahap, Pemkab HST Uji Coba New Normal
Jaga Stabilitas Perekonomian, Chairansyah Keluarkan Surat Edaran

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Jaga Stabilitas Perekonomian, Chairansyah Keluarkan Surat Edaran
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Berry Nahdian: Dunia Pendidikan di HST Tidak Boleh Ada Kubu dan Ego

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Komitmen Zona Anti Korupsi, Wakil Bupati HST Minta Dukungan Penuh Jajaran
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Dampak Sosial Covid 19 di HST, Bupati: Bansos Harus Tepat Sasaran

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Lestarikan Alam Bumi Murakata, Dua Lokasi Wisata HST Ditanami Ratusan Pohon
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Sertijab Bupati HST, Aulia Ajak Seluruh Elemen Satukan Tekad
apahabar.com

Pemkab Hulu Sungai Tengah

Pemkab HST Gencar Sosialisasi Protokol Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com