Kakek di Banjarmasin Meninggal Misterius di Hotel, Polisi Lakukan Pemeriksaan Polisi Tewas di Sungai Martapura, Sudah 2×24 Jam Faisal Diperiksa Intens Akhirnya, Tunggakan Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Dibayar! Duh, Honor Relawan Covid-19 di Banjarmasin Belum Dibayar Perhatian! Bandara Syamsudin Noor Tetap Beroperasi Selama Larangan Mudik

SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko

- Apahabar.com Sabtu, 6 Maret 2021 - 12:10 WIB

SBY Mengaku Bersalah Pernah Beri Jabatan pada Moeldoko

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan keterangan pers terkait KLB Partai Demokrat di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3). Foto-Antara/Asprilla Dwi Adha via Republika.co.id

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bersalah karena pernah memberikan jabatan kepada Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko ketika dirinya menjabat Presiden.

“Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara kita, memang banyak yang tercengang dan tidak percaya bahwa KSP Moeldoko bersengkongkol, tega, dan dengan darah dingin melakukan kudeta,” kata SBY dalam konferensi pers di Puri Cikeas, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/3).

SBY kecewa dengan tindakan Moeldoko yang dinilainya tidak kesatria karena telah bersekongkol dengan internal Demokrat melakukan kudeta atas kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut dia, perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji tersebut jauh dari sikap kesatria dan nilai moral, serta mendatangkan rasa malu bagi seorang yang pernah aktif sebagai prajurit TNI.

“Termasuk rasa malu dan bersalah saya yang dahulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya [Moeldoko]. Saya mohon ampun kepada Allah SWT. atas kesalahan saya itu,” ujarnya.

SBY mengatakan bahwa KLB ilegal tersebut telah menobatkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat yang merupakan pejabat pemerintahan aktif dan berada di dalam lingkaran lembaga Kepresidenan serta bukan kader Demokrat.

SBY menceritakan bahwa sebulan lalu Ketum Partai Demokrat AHY secara resmi mengirim surat kepada Presiden Jokowi tentang keterlibatan KSP Moeldoko dalam gerakan penggulingan kepemimpinan Demokrat yang sah.

“Setelah itu, Ketua Umum AHY sampaikan kepada publik terkait dengan kudeta, banyak tanggapan bernada miring, Demokrat disebut mencari sensasi, playing victim, lalu Moeldoko mengatakan hanya ngopi-ngopi dan pelaku gerakan itu katakan hanya rapat biasa,” katanya.

Selain itu, menurut SBY, sebulan lalu ada yang mengatakan bahwa Moeldoko pasti mendapatkan sanksi atas tindakannya itu, KLB ilegal pasti tidak mendapatkan izin dan akan dibubarkan pihak kepolisian.

Namun, SBY mengatakan bahwa saat ini KLB tersebut benar-benar terjadi dan Moeldoko merebut kepemimpinan Demokrat yang sah.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tambah 18 SPBU, Pertamina Optimalkan Layanan BBM di Tol
apahabar.com

Nasional

Lihat Supermoon Terbesar 7 April 2020, Semoga Covid-19 Sirna
apahabar.com

Nasional

VIDEO: Detik-detik Syekh Ali Jaber ditusuk Orang Tak Dikenal Di Masjid Di Bandar Lampung
apahabar.com

Nasional

Rekor, Kalsel Kembali Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak
apahabar.com

Nasional

Tolak Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19, Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP
Vaksin

Nasional

Setelah Indonesia, China Tak Layani Permintaan Asing Terkait Vaksin
apahabar.com

Nasional

Masa Pandemi, Satgas Covid-19 Setuju Bioskop Dibuka
apahabar.com

Nasional

JMSI Riau Galang Dana untuk Bantu Pengobatan Anak Wartawan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com