Breaking: Kapal Selam TNI AL Dikabarkan Hilang Kontak Kuasa Hukum AF Minta Kejari Tanbu Tunjukkan Bukti Kerugian Negara Duh, DLH Tabalong Tak Pernah Lihat Dokumen Pascatambang ADARO Melihat Sidang Perdana Kasus Korupsi Kursi di Tanah Bumbu, Audit Tak Dilakukan BPK! AnandaMu Dihentikan, Kasus SARA Ustaz HA Berlanjut ke Polisi!

Sebut MK ‘Mahkamah Kalkulator’, Denny: Mestinya Diskualifikasi BirinMu

- Apahabar.com Minggu, 21 Maret 2021 - 16:01 WIB

Sebut MK ‘Mahkamah Kalkulator’, Denny: Mestinya Diskualifikasi BirinMu

Denny Indrayana kembali menyinggung Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai 'mahkamah kalkulator'. Foto: Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Denny Indrayana kembali menyinggung Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai ‘mahkamah kalkulator’.

MK dinilainya masih mengedepankan hitung-hitungan dalam memutuskan sengketa hasil Pilgub Kalsel 2020.

Sebagaimana diketahui, MK baru saja mengabulkan sebagian permohonan pemohon sengketa Pilgub Kalsel, Jumat (19/3) yang diajukan Denny Indrayana bersama Difriadi Darjat (H2D). Perintah utama MK adalah pemungutan suara ulang (PSU) di 7 kecamatan, di 3 kabupaten atau kota di Kalsel.

Sehari pasca-pembacaan putusan MK, Denny Indrayana langsung menuangkan pemikirannya lewat tulisan.

Dalam tulisan itu, Denny menyampaikan semua prediksinya yang belakangan benar terjadi: MK membatalkan penetapan hasil Pilkada Kalsel 2020. Kemudian memerintahkan KPU Kalsel menggelar PSU.

“Kalimat pertama saya setelah mendengar putusan tersebut adalah: Alhamdulillah. Meskipun berharap agar yang diputuskan adalah pembatalan paslon 1, tetapi putusan PSU artinya sama,” tulis Denny.

Pemungutan Ulang, Denny Ungkap Modus Potensi Politik Uang Saat Ramadan 

Paslon 1 selaku rival Denny di Pilgub Kalsel adalah Sahbirin-Muhidin (BirinMu).

Meminjam laporan KPU, BirinMu menang dengan 843.695 suara dalam Pilgub Kalsel 2020. Sedangkan H2D 851.822 suara. Selisih keduanya terpaut tipis 8.127 suara.

Meski telah mengabulkan sebagian permohonannya, Denny tetap memberikan catatan kepada MK.

“Intinya MK masih membatasi dirinya menjadi Mahkamah Kalkulator, dan tidak menguatkan perannya sebagai pengawal prinsip pemilu yang jujur dan adil, sebagaimana amanat konstitusi,” ujar Denny.

Meski begitu, Denny tak menjelaskan secara gamblang maksud dari MK masih membatasi diri menjadi ‘mahkamah kalkulator’ tersebut.

Denny bilang daripada mengkritisi hal yang sudah berlalu dia lebih memilih untuk fokus memikirkan langkah untuk menghadapi pelaksanaan PSU ke depan.

“Tetapi sudahlah, “pamikiran” kali ini kita akan lebih fokus kepada “what next”, ketimbang mengkritisi ke belakang. Ayo tatap tantangan 59 hari ke depan, dari batas waktu pelaksanaan PSU yang ditetapkan MK,” katanya.

POPULER SEPEKAN: PSU Pilgub Kalsel, Bagi-Bagi Duit di Veteran, hingga Truk Vs Truk

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Si Jago Merah Hanguskan 4 Ruang Kelas Sekolah dan 2,5 Hektar Lahan di HSS
Identitas Mayat Diduga Tersetrum Terungkap

Kalsel

Identitas Mayat Diduga Tersetrum Terungkap
apahabar.com

Kalsel

Legislator Ini Ungkap Pemicu Kemiskinan di Balangan
jembatan

Kalsel

Waspada, Jembatan Besi Angsau Tala Nyaris Putus!
Banjarmasin

Kalsel

Dear Warga Banjar, Simak Cara Dapat Izin Resepsi Pernikahan
apahabar.com

Kalsel

Balai Bahasa Kalsel Harapkan Pemerintah Buat Kebijakan Martabatkan Bahasa Indonesia

Kalsel

Mampir ke Banjarmasin, Sandi Diteriaki “Wakil Presiden, Wakil Presiden”
apahabar.com

Kalsel

Buntut Ancaman Jemput Paksa Pasien Covid-19 Gegara MCK, Besok Toilet Portable Tiba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com