Dikira Ijazah, Ternyata SKCK Prof Denny Berserakan di Martapura, Bawaslu Angkat Bicara Prof Yusril: Penetapan Tersangka Eks Sekda Tanbu Labrak HAM Legislator Kalsel Kecam e-Sport Disponsori Judi Online KPU Banjar Tanggapi Santai Protes BirinMu Soal Pembukaan Kotak Suara Ricuh Safari Subuh Denny dan ‘Paman Bakul’ Disetop, Pelanggaran ASN Jalan Terus

Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Flu Biasa dan Influenza

- Apahabar.com Selasa, 23 Maret 2021 - 23:39 WIB

Serupa Tapi Tak Sama, Berikut Perbedaan Flu Biasa dan Influenza

Ilustrasi flu. Foto: iStock via Detik.com

apahabar.com, JAKARTA – Medical Expert Combipha, dokter Carlinda Nekawaty, mengatakan selesma alias flu biasa (common cold) dan influenza punya gejala serupa, tapi sebetulnya merupakan penyakit yang berbeda.

“Secara awam, masyarakat tidak bisa membedakan. Influenza disebabkan virus influenza, flu biasa disebabkan rhinovirus,” kata dokter Carlinda dalam webinar kesehatan, seperti dilansir Antara, Selasa (23/3).

Gejala umum influenza memang mirip seperti selesma, yakni sakit kepala, lemah, bersin, batuk serta pilek. Orang yang sedang terkena selesma bisa mengalami gejala sakit tenggorokan dan juga hidung tersumbat.

Apa bedanya antara influenza dan flu biasa? Selesma biasanya bisa membaik tanpa vaksin atau pengobatan khusus dari dokter. Gejalanya lebih ringan dan rata-rata tak membutuhkan pengobatan spesifik, penyakit ini bisa disembuhkan bila daya tahan tubuh dimaksimalkan.

Sementara influenza punya gejala yang lebih berat seperti demam tinggi, nyeri otot dan sakit kepala yang lebih hebat dibandingkan selesma. Bila tidak diobati, influenza bisa menimbulkan komplikasi, termasuk infeksi paru-paru alias pneumonia.

Kemiripan antara dua penyakit ini harus diwaspadai orangtua ketika buah hatinya jatuh sakit. Jangan sampai anak yang sedang influenza disangka hanya terkena selesma sehingga penanganannya tidak tepat.

“Salah satu gejala influenza adalah nyeri otot, jadi anak bisa merasa pegal-pegal, linu di seluruh badan. Bisa jadi dia merengek tidak mau sekolah karena badannya sakit. Sakit kepala berat juga mengarah ke [gejala] influenza,” jelasnya.

Bila flu biasa alias selesma mengalami puncak tingkat keparahan selama dua hingga tiga hari, keluhan influenza bisa dialami sekitar 5-10 hari bahkan berlanjut hingga satu bulan.

“Vaksin tahunan dapat membantu mencegah dan membatasi komplikasinya,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Akhirnya, Ponsel Pintar Prancis Wiko Kembali Hadir di Indonesia
apahabar.com

Gaya

Hari Kemerdekaan, Intip Promo E-Commerce hingga Dompet Digital
apahabar.com

Gaya

Usir Covid-19, Perempuan India Sembah Dewi Corona
apahabar.com

Gaya

7 Cara Menyiasati Agar Tak Dehidrasi Saat Puasa
apahabar.com

Gaya

Pandemi, Penjualan Ponsel Dunia Turun 20 Persen
apahabar.com

Gaya

Samsung Galaxy Note 20 Resmi Dijual di Indonesia, Intip Harga dan Speknya
apahabar.com

Gaya

Bersama Andre Taulany di Tema Indonesia, Sule Buka Alasan Cintai Nathalie Holscher
apahabar.com

Gaya

Setop Covid-19 dengan Tetap Berada di Rumah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com