Sadarkan Diri, Dokter Ungkap Kondisi Terkini Echa Si Putri Tidur Banjarmasin POPULER SEPEKAN: Waspada Air Pasang, Ambruknya Pasar Ujung Murung, hingga Viral Putri Tidur Gugur Bertugas, Polisi Pemburu Buron di Sungai Martapura Tinggalkan 3 Anak Buron Biang Tenggelamnya Polisi di Sungai Martapura Belum Ditemukan Panas Lagi, Laporan Bakul Denny Indrayana Berbalas Jadwal Imsakiyah

Setahun Pandemi, Ini Cerita Sedih Pasien Pertama di Balikpapan

- Apahabar.com Sabtu, 20 Maret 2021 - 16:44 WIB

Setahun Pandemi, Ini Cerita Sedih Pasien Pertama di Balikpapan

Wahib Herlambang, pasien pertama di Balikpapan yang terpapar Covid-19 ini rutin mendonorkan darahnya untuk membantu mereka yang sedang dalam perawatan. Apahabar.com / Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Tepat hari ini setahun sudah Pandemi Covid-19 di kota Balikpapan. Saat itu seorang warga Balikpapan bernama Wahib Herlambang menjadi orang pertama yang terpapar Covid-19 di kota minyak tersebut.

Pasca dinyatakan positif, sontak warga Balikpapan langsung panik. Momen inilah yang takkan dilupa oleh masyarakat Balikpapan lantaran dari sinilah pola kehidupan mendadak berubah 180 derajat. Termasuk kehidupan si pasien yakni Wahib Herlambang.

Wahib menuturkan pasca dirinya dinyatakan positif, seluruh kehidupannya sangat berdampak. Mulai dari sanksi sosial bahkan berdampak pada usahanya. Ya, Wahib yang juga pengusaha kuliner Roti Gembung itu pun ikut anjlok seketika. Di mana setelah tahu dirinya terpapar Covid-19, pelanggannya mendadak menjauh dan enggan membeli dagangannya.

“Saat itu banyak yang nanya kalau ownernya positif. Sempat sepi dan berkurang pembeli, tapi ya nggak apa-apa, kan memang orang saat itu belum terbiasa, belum tahu, kalau sudah tahu ya nggak,” ungkapnya saat dihubungi apahabar.com

Ia pun harus membangun kembali usahanya pasca dinyatakan sembuh dan kembali menyosialisasikan kepada para pelanggan bahwa usahanya tidak ada kaitannya dengan Covid-19. Alhasil saat ini usahanya kembali normal meski tidak sejaya dulu.

Tak hanya usahanya, kehidupan sehari-hari ikut berdampak. Dia sempat dijauhi oleh teman-temannya lantaran mengetahui dirinya terpapar Covid-19. Apalagi Wahib sempat mengunggah video aktivitasnya di ruang isolasi.

“Memang waktu awal-awal sih ada yang jaga jarak, tapi sekarang sudah teredukasi, malah sekarang banyak yang konsultasi sama saya mengenai Covid-19,” ujarnya.

Sisi lain yang ia sangat rasakan kala itu penyakit langka ini memutus silaturahmi dan memberi jarak antara pasien dan orang sekitar. Termasuk rekan dan keluarganya yang meninggal terpapar Covid-19 tanpa dihadiri sanak saudaranya. Di situ Wahib tergerak hatinya untuk turut membantu memakamkan dengan menggunakan hazmat. Wahib diizinkan lantaran merupakan alumni atau penyintas yang pernah terpapar Covid-19.

“Sedih mas, teman meninggal nggak ada yang mau dekat. Keluarganya nggak ada yang ke pemakaman, nggak ada yang urusin. Jadi saya inisiatif untuk urusin bahkan sampai ke pemakaman. Saya ikut menguburkan pakai APD. Karena saya berpikir saya dulu pernah dalam kondisi ini, seandainya saya mati mungkin saya seperti ini kali,” terangnya.

Dampak lain juga dirasa oleh istri dan kedua anaknya. Mereka pun sempat dijauhi oleh lingkungan sekitar maupun rekan-rekannya. Beruntung edukasi yang terus berjalan sehingga saat ini sudah tidak begitu terasa.

“Iya anak istri saya di awal aja dampaknya, sempat dijauhin, tapi alhamdulillah tetangga saya itu bagus jadi walaupun ada yang positif tetap ada yang bantu,” tuturnya.

Setahun berlalu, ia pun kembali mengenang masa-masa itu. Namun setelah dinyatakan sembuh Wahib rutin mendonorkan darahnya (konvalesen) untuk mereka yang sedang dalam gejala berat. Kini ia haya bisa berharap pandemi berakhir dan menjadi penyakit biasa alias endemik.

“Ya harapannya sih cepat selesai. Mudah-mudahan antivirus yang dijalankan pemerintah bisa berfungsi maksimal, sehingga ini bisa menjadi penyakit biasa. Sebab kalau menunggu semuanya kena ya sampai kapan,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kaltim

Sempat Dikira Bantal, Pelajar SMK Balikpapan Ditemukan Tewas di Gorong-Gorong

Kaltim

Duh, Hazmat Bekas Berserakan di TPU Khusus Covid-19 Balikpapan
Konferta IV AJI

Kaltim

Konferta IV AJI Balikpapan: Menakar Independensi Media di Era Digital
Dermaga Samarinda,

Kaltim

Terkait Ledakan Kapal di Dermaga Samarinda, 2 Saksi Diperiksa

Kaltim

Duh, Puluhan Ribu Double L Mau Diedarkan di Balikpapan Saat Ramadan
apahabar.com

Kaltim

Kurangi Banjir, Kaltim Coba Kolam Retensi
Nelayan

Kaltim

BREAKING NEWS: Nelayan Jeneponto yang Lenyap di Kukar Kaltim Akhirnya Ditemukan
apahabar.com

Kaltim

Berkat Pertamina, Bakal Ada Kampung Inggris di Penajam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com