Bawa Sayur, Pengendara Motor di Balikpapan Tewas Tabrak Truk Kontainer Parkir Percepat Perubahan di Tanbu, Zairullah Kembali Rombak Pejabat Struktural Cuaca Kalsel Hari Ini, Hampir Seluruh Wilayah Cerah Berawan Dana BOS Gencar Disosialisasikan, Berikut Pesan Kadisdik Kapuas Pernah Cekcok, Warga LAS HST Nekat Bacok Rekan Sekampungnya

Setahun Pandemi, Satgas Covid-19 Kalsel: Masyarakat Mulai Abaikan Prokes

- Apahabar.com Jumat, 26 Maret 2021 - 20:01 WIB

Setahun Pandemi, Satgas Covid-19 Kalsel: Masyarakat Mulai Abaikan Prokes

Jubir Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Berjalan melewati satu tahun, perkembangan virus Covid-19 di Kalimantan Selatan sudah tercatat sebanyak 26.604 kasus. Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kalsel, HM Muslim, mengakui adanya penurunan kesadaran terhadap protokol kesehatan seiring normalnya aktivitas harian masyarakat.

“Selama setahun ini, beberapa kalangan masyarakat sudah mulai longgar terhadap prokes,” kata Muslim kepada apahabar.com, baru-baru tadi.

Ini terlihat dari kasus positif yang berhasil diidentifikasi oleh tim surveilans di lapangan. Libur panjang berkontribusi dalam meningkatkan bertambahnya kasus.

“Ini menjadi pembelajarannya kita terhadap hari-hari libur, terutama pada libur panjang,” lanjut Kepala Dinas Kesehatan ini.

Kerumunan massa yang tidak dapat dihindari menimbulkan terjadinya klaster penularan pada masyarakat. Selanjutnya, pembawa virus atau carrier juga berpotensi menyebarkan kembali pada keluarganya di rumah.

“Aktivitas semakin meningkat, tetapi prokesnya terkadang dilupakan. Seperti menggunakan masker hingga menjaga jarak,” sebut Muslim.

Khusus sepanjang Januari hingga Maret 2021 ini, data Satgas Covid-19 mencatat penambahan rata-rata 150-200 kasus. Peningkatan terlihat di beberapa daerah, terutama Banjarmasin sebagai wilayah dengan kasus tertinggi.

Pemprov Kalsel terus berupaya menekan angka penularan, di antaranya dengan melakukan 3T atau tracing, testing dan treatment. Secara masif, 2/1000 penduduk Kalsel sudah diuji menggunakan metode cepat Rapid Antigen.

“Rapid Antigen ini dikategorikan dapat digunakan sebagai diagnosa awal. Sehingga semua kontak erat kita test dan yang positif akan tercatat sebagai suspek. Kemudian kita konfirmasi dengan RT-PCR,” bebernya.

Melalui strategi ini, diharapkan kasus akan lebih cepat terkonfirmasi dan dilakukan tindakan perawatan secara intensif. Baik melalui karantina atau isolasi mandiri, juga perawatan di rumah sakit.

“Ke depan, banyak orang (positif) yang ditemukan dan semakin kecil memaparkan ke orang lainnya,” sambungnya.

Selain melakukan tes Antigen secara masif, upaya lainnya adalah melakukan vaksinasi massal secara bertahap. Sejauh ini vaksin Sinovac telah diberikan untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, hingga kelompok rentan.

“Kita harus memastikan vaksinasi berjalan dengan cepat dan harus sesegeranya dihabiskan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, virus Corona telah membunuh sedikitnya 814 warga Kalsel. Sampai saat ini, masih terdata 2.496 penyintas Covid-19 yang menjalani perawatan.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, Pemkot Banjarmasin Awasi Kesehatan Hewan Kurban
apahabar.com

Kalsel

Disepakati Masa Tugas AKD DPRD Banjarmasin Setengah Periode
apahabar.com

Kalsel

5 Kafe di Banjarmasin Bayar Denda, Satu Pilih Disidang
apahabar.com

Kalsel

KPU Fun Run; Bupati HSS Beri Bonus Saat Tahu Nama Anak Pemenang Undian
apahabar.com

Kalsel

Dibujuk Bupati, Seorang Ibu di Jejangkit Muara Mau Ikut PCR
apahabar.com

Kalsel

Gelaran OMG! Fun Walk di Banjarmasin, Telkomsel Hadirkan Aplikasi SiCerdas
apahabar.com

Kalsel

DLH Sosialisasikan Bank Sampah ke Pesantren Darul Hijrah

Kalsel

Video: Pecah Rekor, Festival Durian Paman Birin di Kiram Berlangsung Meriah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com