Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Siap-Siap, Duta BPJS Kesehatan di Penjuru Indonesia Segera Divaksin

- Apahabar.com Rabu, 3 Maret 2021 - 15:31 WIB

Siap-Siap, Duta BPJS Kesehatan di Penjuru Indonesia Segera Divaksin

Ali Ghufron Mukti saat divaksin di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Rabu (3/3). Foto Istimewa.

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah menetapkan Duta BPJS Kesehatan sebagai penerima vaksin Covid-19 tahap kedua.

Saat ini, sudah 1.569 duta yang divaksinasi. Mereka berasal dari BPJS Kesehatan di Kantor Pusat dan DKI Jakarta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, menyebutkan vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan bagi seluruh Duta BPJS Kesehatan secara bertahap.

“Kami upayakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi Duta BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia selesai dalam bulan ini,” ujar Ali Ghufron usai menjalani vaksinasi Covid-19 di Kantor Pusat BPJS Kesehatan Jakarta, Rabu (3/3).

Sebelum divaksinasi, Duta BPJS Kesehatan terlebih dulu melakukan pengecekan data diri pada website pedulilindungi.id. Hal itu dilakukan untuk memastikan nama para duta terdaftar sebagai penerima vaksin.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19, lanjut Ali Ghufron, akan ditunda bagi peserta vaksinasi yang memiliki riwayat positif Covid-19 dalam tiga bulan terakhir sejak dikatakan sembuh.

Mereka yang memiliki kontak dengan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir, memiliki riwayat autoimun, hamil, memiliki riwayat alergi berat (seperti sesak, bengkak, dan reaksi berat lainnya) dan telah menerima vaksin lain selain vaksin Covid-19 dalam kurun waktu satu bulan terakhir pun akan ditunda.

“Langkah pemberian vaksin tersebut diharapkan dapat melindungi para Duta BPJS Kesehatan dalam menjalankan tugasnya selama memberikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS di lapangan,” terang Ali Ghufron.

Selama pandemi ini, BPJS Kesehatan telah berperan membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Misalnya menjalankan tugas khusus dalam hal pencatatan, verifikasi, penagihan dan pelaporan klaim Covid-19. Hal ini mencakup seluruh proses penagihan hingga pembayaran klaim Covid-19 kepada seluruh masyarakat Indonesia, baik yang sudah menjadi peserta JKN-KIS ataupun belum menjadi peserta JKN-KIS.

Sampai dengan 26 Februari 2021 tadi terdapat 1.720 rumah sakit yang telah mengajukan klaim khusus untuk kasus Covid-19.

BPJS Kesehatan juga telah menyediakan dan menyampaikan data peserta JKN-KIS yang memiliki riwayat fatalitas Covid-19.

“Informasi ini disampaikan secara terbatas kepada seluruh Pemerintah Daerah sehingga diharapkan mampu menjadi data pendukung dalam mengidentifikasi peserta yang memiliki riwayat penyakit komorbid yang berdampak pada fatalitas jika terpapar Covid-19. Kami pun telah menyediakan dashboard yang bisa diakses seluruh Pemerintah Daerah untuk memonitor dan melakukan evaluasi terkait Program JKN-KIS serta monitoring klaim Covid-19,” rinci Ali.

DIa menambahkan, BPJS Kesehatan juga mendapat penugasan khusus untuk pemanfaatan tele-consultation dalam melakukan kontak dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) melalui aplikasi Mobile JKN dan Mobile JKN Faskes.

Kontak antara pasien dan dokter melalui aplikasi akan dicatat sebagai angka kontak yang diperhitungkan sebagai penilaian kinerja kepada FKTP.

Pemanfaatan tele-consultation ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meminimalisir kontak langsung seiring dengan kondisi pandemi Covid-19.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga memberikan dukungan sumber data dalam penyusunan target masyarakat yang akan menerima vaksin Covid-19; memberikan informasi pencatatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Hal itu meliputi registrasi, screening hingga dokumentasi pelaporan melalui aplikasi P-Care Vaksinasi; serta menyediakan layanan tanpa tatap muka untuk seluruh layanan administrasi Program JKN-KIS.

Layanan tanpa tatap muka tersebut dapat diakses melalui BPJS Kesehatan Care Center 1 500 400, Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA), Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA), hingga dengan cara
mengirimkan direct message di media sosial resmi BPJS Kesehatan.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kalsel Provinsi Religius, Jokowi: Tak Salah Pilih Kiai Ma’ruf
apahabar.com

Nasional

Pangdam I/BB: Jurnalis Profesi Luar Biasa
apahabar.com

Nasional

Menteri Bambang ke Balikpapan, KA Kalimantan dan Ibu Kota Masuk Prioritas
PDIP

Nasional

Ribka Tjiptaning Tolak Divaksin, PDIP Beri Klarifikasi
apahabar.com

Nasional

Pernikahan di Kebumen Pakai Mas Kawin Sandal Jepit Swallow
apahabar.com

Nasional

Kejanggalan Kematian Ricky, Mahasiswa ITB yang Tewas di Kotabaru
apahabar.com

Nasional

Diduga Nistakan Agama, Sukmawati Soekarnoputri Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
apahabar.com

Nasional

Perayaan Imlek Nasional, Presiden: Ayo Kerja Lebih Keras
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com