4 Kecamatan di Banjarmasin Terendam Rob, Ketinggian 60 Cm Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang

Sosialisasi Griya Sehat, Angkat Budaya Pengobatan Tradisional di Kotabaru

apahabar.com, KOTABARU – Sosialisasi pengembangan griya sehat, sekaligus kunjungan ke calon griya sehat digelar di Kotabaru,
- Apahabar.com     Senin, 8 Maret 2021 - 23:16 WITA

Sosialisasi Griya Sehat, Angkat Budaya Pengobatan Tradisional di Kotabaru

Sosialisasi griya sehat untuk mengangkat budaya pengobatan tradisional di Kotabaru. Foto-Istimewa

apahabar.com, KOTABARU – Sosialisasi pengembangan griya sehat, sekaligus kunjungan ke calon griya sehat digelar di Kotabaru, Senin (8/3).

Sosialisasi itu, dalam rangka wacana pembentukan calon griya sehat di Kotabaru. Acaranya, dibuka secara resmi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotabaru, Akhmad Rivai, mewakili Plh Bupati, Said Akhmad.

Akhmad Rivai mengatakan, kegiatan sosialisasi merupakan salah satu upaya mengangkat budaya tradisional.

Kabupaten Kotabaru memiliki wilayah yang sangat luas. Yakni, luasannya seperempat dari Provinsi Kalimantan Selatan, dengan potensi tanaman obat-obatan khas Kalimantan yang beraneka ragam.

“Potensi tanaman obat-obatan khas Kalimantan yang beraneka ragam di Kotabaru. Masyarakat kita banyak yang memamfaatkan produk tradisional seperti, temulawak, laos dan kencur. Makanya, semua itu baik untuk dikembangkan,” ujar Rivai.

Rivai berharap, pada 2021 Kementerian Kesehatan dapat merealisasikan gedung griya sehat dilengkapi dengan sarana penunjangnya di Gedambaan Kotabaru.

“Jadi, ke depan masyarakat yang berekreasi di wisata tersebut dapat melakukan pengobatan tradisional akupuntur,” pungkas Rivai.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Ernawati, menambahkan program dan kegiatan pelayanan kesehatan tradisional (yankestrad) di daerah ini dalam 3 tahun terakhir, sebanyak 28 puskesmas telah memiliki tanaman obat keluarga.

Output dari kegiatan griya sehat bertujuan agar dapat memberikan pengobata tradisional kepada masyarakat secara menyeluruh dengan mengedepankan pemanfaatan kearifan lokal budaya setempat.

“Jadi, salah satu kegiatan yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Kotabaru dan sesuai visi-misi bupati,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Kondisi Kesehatan Sempat Menurun, Bupati Kotabaru Dinyatakan Sehat

Pemkab Kotabaru

Catatan Kecil Sekretaris PUPR Kotabaru Terkait Infrastruktur Jalan Rusak agar Tidak Salah Menuduh

Pemkab Kotabaru

Bupati Kotabaru Sayed Jafar Hadiri Penanaman Ribuan Bibit Sawit di Sampanahan
Disparpora

Pemkab Kotabaru

Bangun Kreativitas di Tengah Pandemi, Disparpora Kotabaru Gelar Lomba Tarian Islami

Pemkab Kotabaru

Antisipasi Banjir Terulang, Dinas PUPR Kotabaru Bersihkan Sungai di Baharu
Pemkab Kotabaru

Pemkab Kotabaru

Ekonomi Masyarakat Kecil Goyang Dipukul Pandemi, Pemkab Kotabaru Buka Pasar Tani
apahabar.com

Pemkab Kotabaru

Update Covid-19 di Kotabaru: Pengidap Tambah Enam, Dua Sembuh

Pemkab Kotabaru

Petani Kotabaru Sukses Panen Padi di Sawah 37 Hektare
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com