4 Kecamatan di Banjarmasin Terendam Rob, Ketinggian 60 Cm Cemara Raya Banjarmasin Masih Terendam, Warga Dorong Motor Mogok Sidang Kasus Korupsi HSU, KPK Hadirkan Sekda Adik Bupati Curi Susu Demi Keponakan, Perkara Remaja Banjarmasin Dihentikan Lewat Restorasi Justice Fakta Baru Pembacokan di SPBU Banjar, Tak Ada Duit yang Hilang

Stimulus Biden Diteken, Harga Emas Dunia Bangkit!

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas dunia pada perdagangan pekan ini (8-12 Maret) mulai bangkit setelah melesat
- Apahabar.com     Sabtu, 13 Maret 2021 - 13:04 WITA

Stimulus Biden Diteken, Harga Emas Dunia Bangkit!

Ilustrasi emas. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas dunia pada perdagangan pekan ini (8-12 Maret) mulai bangkit setelah melesat 1,50% ke level US$ 1.726,40/troy ons meskipun sempat jatuh di bawah level psikologisnya US$ 1.700/troy ons.

Melansir CNBC Indonesia, Sabtu (13/03) harga emas sempat terkoreksi parah pada awal pekan perdagangan setelah kemunculan kembali hantu imbal hasil obligasi dimana bonds Amerika Serikat bertenor 10 tahun kembali naik imbal hasilnya. Bahkan awal pekan lalu sempat nyaris menyentuh level 1,5% lagi.

Dampaknya harga emas awal pekan ini sempat jatuh ke bawah level psikologisnya US$ 1.700/troy ons atau tepatnya di level US$ 1.681,24 yang merupakan koreksi 1,15% pada perdagangan Senin lalu.

Obligasi Negeri Paman Sam adalah musuh utama emas. Aset safe haven ini memiliki korelasi negatif dengan emas. Ketika yield naik maka emas akan cenderung turun.

Hubungan antara aset safe haven tersebut dibentuk karena sejarah dan kalkulasi ekonominya. Emas merupakan komoditas yang tak memberikan imbal hasil. Tak ubahnya mata uang, emas tidak seperti saham yang membagikan dividen atau obligasi yang memberi kupon.

Dengan demikian minat investor untuk memegang aset ini sangat ditentukan oleh biaya peluangnya. Saat imbal hasil obligasi naik maka biaya peluang memegang emas jadi naik pula. Akibatnya emas menjadi kurang menarik di awal pekan perdagangan ini ketika imbal hasil melesat,

Sedangkan bangkitnya harga emas jelang akhir pekan tentunya tak lepas dari Presiden Joe Biden yang baru saja menandatangani paket stimulus US$ 1,9 triliun (setara Rp 27.000 triliun, kurs Rp 14.000/US$) yang datang lebih cepat sehari daripada perkiraan.

Paket ini termasuk cek langsung sebesar US$ 1.400 atau setara Rp 20 juta yang diprediksikan akan meningkatkan likuiditas pasar.

Sebanyak US$ 400 miliar dari paket tersebut adalah untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Nilainya US$ 1.400 untuk warga berpenghasilan di bawah US$ 75.000/tahun atau pasangan dengan penghasilan gabungan di bawah US$ 150.000/tahun. Ada pula US$ 350 miliar untuk membantu pemerintah daerah untuk penganganan pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) termasuk distribusi vaksin.

“Cek (BLT) dalam perjalanan,” cuit Biden melalui akun Twitter @POTUS.

Dengan ditandatangani paket stimulus fiskal ini nantinya apabila dana tersebut sudah cair tentu saja akan meningkatkan likuiditas pasar dan menyebabkan jumlah dolar beredar meningkat sehingga nilainya akan turun.

Hal ini tentu saja akan menguntungkan aset-aset yang dihargai dengan dolar salah satunya tentu saja adalah emas spot.

Dengan ditandatanganinya stimulus ini, harga emas di arena spot perlahan menanjak bahkan emas spot sempat menanjak 2% lebih pada perdagangan Selasa lalu.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Singapura

Internasional

Duh, Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Varian Baru Virus Corona asal Inggris
HAM

Internasional

Alasan HAM, Italia Hentikan Ekspor Senjata ke Arab Saudi dan UEA
apahabar.com

Internasional

Dikecam Banyak Pihak, Erdogan: Hagia Sophia Kedaulatan Turki
apahabar.com

Internasional

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Harga Minyak

Ekbis

Usai Penarikan Besar dalam Persediaan AS, Harga Minyak Melonjak
Uranium

Internasional

Tiga Negara Eropa Kecam Produksi Uranium Iran
Pesawat Hilang Kontak

Internasional

Pesawat Hilang Kontak di Rusia, Bawa 28 Penumpang
Wuhan

Internasional

Soal Kebocoran Laboratorium di Wuhan, Berikut Temuan WHO
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com